Mo Bagemana Lai

Spread the love

Saya baru sadar kalau pajak mobil uda harus dibayar. Jadi, pagi ini saya langsung berangkat ke kantor samsat. Di jalan, saya disetop Polantas.

Hah? Kenapa? Perasaan mobil lengkap semua. Perasaan nggak ngelanggar apa-apa. Apa karena saya nyetir sambil bawa kopi dari rumah? Atau karena saya nyetir sambil mutar lagu Kaka Main Salah?

Nona pung belis mahal, kaka main salah. Kaka main kaka main kaka main salah~

Saya menurunkan jendela mobil.

“Siang mas. Boleh lihat surat-suratnya?” Sapa pak Polisi. Saya langsung memberikan. Setelah mengecek, langsung dikembalikan.

“Tau kesalahannya apa?” Tanya pak Polisi lagi.

“Nggak tau, ndan.” Jawab saya.

“Coba lihat atap mobilnya.” Kata pak Polisi sambil menunjuk atap.

Omakjaaaang! Di atap mobil saya ada pahat, sendok semen, ember kecil, sama talenan aci. Malunyaaa! Saya buru-buru turun dan masukin semua alat itu ke dalam mobil.

“Maaf ndan, kayaknya saya lupa masukin ke rumah abis dicuci di depan setelah ngaci dinding kemarin. Ga keliatan tadi pas berangkat, buru-buru mau perpanjang pajak mobil!” Jelas saya sambil garuk-garuk kepala.

“Ya, nggak papa.” Kata pak Polisi sambil senyum, kemudian bertanya. “Alat lengkap nggak ada yang jatuh?”

“Nggak ada, ndan. Terima kasih.” Kata saya sambil masuk ke dalam mobil.

“Hebat ya. Stabil juga nyetirnya, padahal mobilnya kecil. Dari atas sana ke bawah sini juga jalannya kelok-kelok semua. Mas asli orang mana?”

“NTB ndan.”

“Oh, orang seberang. Pantas putar lagu ini.” Kata pak Polisi sambil nepuk-nepuk atap mobil, terus nyanyi. “Mo bikin apa lai, mo bagemana lai ….”

“Nona pu belis mahal kaka stenga mati eee.” Jawab saya.

Leave A Comment