Indonesia Terserah

Spread the love

Indonesia terserah.

Itu bukan sindiran terhadap pemerintah. Tapi, kalian yang greget ingin menggulingkan pemerintahan, pasti ngebet banget menggunakannya sebagai peluru untuk pemberontakan, bukan?

Indonesia terserah adalah bentuk kekecewaan dari kalangan tenaga medis, kesehatan, dan relawan. Tiga bulan sudah dicoba untuk mengurusi mahluk bernama manusia Indonesia, agar serius dalam menangani Covid. Pemerintah sempat percaya bahwa semuanya akan punya kesadaran bersama. Ternyata ya itu ….

Diberi keringanan untuk isolasi mandiri di rumah sendiri dilanggar. Diisolasi di rumah sakit kabur. Dijaga agar tidak mati ekonominya melalui PSBB malah dimanfaatkan celahnya buat jalan-jalan dan bikin kerumunan. Disarankan untuk tidak mudik malah mudik. Dihimbau agar jaga jarak, malah datang bikin perayaan tutupnya restoran McD. Dibukakan penerbangan untuk yang benar-benar perlu, malah dimanfaatkan dengan bikin surat-surat jalan yang lucu nan unyu.

Masih sangat banyak manusia Indonesia tidak bisa dipercaya, tidak bisa diajak kerja sama.

Tadi, saya sempat liat di salah satu stream online. Ada anak usia 20an yang ngaku kalau lagi kumpul-kumpul bareng temen-temennya, mabar game online, di rumah kosong. Alasannya kalau kumpul di luar, bakal dibubarin. Dengan bangga dan cengengesan, dia mengatakan hal tersebut. Emang mentalnya pelanggar, sudah built in dalam otak.

Begitu bukan? Di Indonesia itu melanggar aturan justru bikin bangga. Kalau ada masalah, salahkan saja pemerintah. Begitulah isi otak mayoritas rakyat negeri produsen mie instan. Ada kelonggaran aturan, bukannya diambil positifnya agar ekonomi tidak ambruk. Yang ada malah dimanfaatkan. Padahal itikad negara baik, ingin percaya pada rakyatnya. Pemerintah tidak akan pernah bisa keras, karena akan langsung digoreng sebagai pelanggar HAM.

Begitulah, yang pada akhirnya memang tidak bisa. Ya sudah. Indonesia terserah.

Terus terang, saya rada sangsi strategi pemerintah adalah herd immunity. Kalau misalkan saya pemerintah, saya ga bakal sampai sebaik itu, apalagi setelah dikhianati dan diserang berkali-kali.

Hal yang paling tidak berguna saat ini adalah menyalahkan pemerintah. Mau pemerintah benar atau salah, selama orang-orang ga rajin cuci tangan dan bikin kerumunan, penyebaran Covid 19 tidak bisa ditekan.

Nakes, medis, dan relawan yang bilang Indonesia terserah, sudah bo huat. Sudah capek, tidak peduli. Mau banyak yang kena, banyak yang mati, banyak yang ngeyel, bodo amat. Semua dikembalikan ke masyarakat. Masyarakat yang menjaga masyarakat. Masyarakat yang ngurus kerumunan, negur kalau nggak cuci tangan, marahi yang jalan kiri-kanan, dan silahkan hukum yang membangkang.

Masyarakat yang baik, logis, tidak sok tau, dan tetap fokus pada protokol keamanan Covid 19, tentu akan punya kans yang lebih tinggi untuk selamat. Masing-masing kembali sesuai dengan kesadaran diri sendiri. Kalau ada yang melanggar dan dirasa membahayakan masyarakat sekitarnya, paling cocok ya ambil tindakan sesuai kesepakatan.

Jiwa pengen menang sendirinya silahkan dimanfaatkan, sebaik-baiknya. Hukum rimba, mungkin cara kali ini berhasil untuk Indonesia.

Leave A Comment