Mungkin Di Final Fantasy VII Remake Aerith Bisa Tetap Hidup

Spread the love

Saya penggemar Final Fantasy versi Play Station. Maklum, RPG di Dompu itu peminatnya kurang, dan dulu kalau mau beli CD Play Station, saya harus melakukan perjalanan darat dan laut ke pulau sebelah selama 12 jam. Sungguh sebuah perjuangan, tapi saya jadi bisa main Final Fantasy VI, VII, VIII, dan IX. Final Fantasy VII sangat membekas di hati saya, soalnya dapat CDnya susah banget. Tinggal satu waktu itu, di sudut counter, berdebu pula.

Yah, apa daya sekarang ga punya PS 4, yang saya lakukan adalah nonton orang main Final Fantasy VII Remake di Youtube. Oh, jangan salah. Saya bahagia nggak jelas nonton itu.

Niwe, kamu tau? Saya ingin membagikan sesuatu yang menarik tentang Final Fantasy VII Remake ke kamu. Final Fantasy VII Remake ini beda dengan Final Fantasy VII jadul. Ada banyak karakter baru, misalnya mahluk yang namanya Whisper. Ini nggak ada dulu.

Kalau kamu ingat, full motion video pembuka Final Fantasy Vll jadul itu scenenya muka Aerith sedang memandang ke depan, menatap energi Mako yang bocor di pipia sebuah gang, cut scene ke berdiri, menatap ke kamera kemudian berjalan keluar gang. full motion video penutup gamenya juga scene Aerith yang mirip, kemudian dilanjutkan dengan tulisan 500 years later. Ingat? Video pembuka dan video penutup yang mirip sekali. Bedanya cuma di video pembuka, sedari awal matanya Aerith kebuka kemudian berkedip, di video penutup Aerith memejamkan mata, kemudian membukanya.

Nah, pembukaan Final Fantasy Vll Remake, justru menggunakan video penutup dari Final Fantasy VII jadul. Aerith memejamkan matanya, kemudian membukanya.

Sesuatu yang sederhana seperti ini bisa jadi sebenarnya adalah kunci. Jadi, Final Fantasy VII Remake ini bukan bikin ulang Final Fantasy VII jadul. Kalau ini bikin ulang, adegan awal di video Remake itu harusnya sama dengan yang di awal video Jadul. Di versi Remake beda total bahkan sampai ke scene selanjutnya.

Kalau di versi Jadul, abis mandang pipa bocor, Aerith langsung berdiri, menatap kamera, kemudian jalan santai ke luar gang. Di versi Remake, tidak demikian. Aerith memandang lama energi Mako yang bocor itu, kemudian mendadak kaget dan langsung menatap ke ujung gang di background, bukan ke depan. Ada musik Sephiroth yang mengalun sesaat. Abis itu, dia ke gang dengan rada khawatir.

Yakinlah, sesungguhnya dibalik gegap gempita rilis Final Fantasy VII Remake, mayoritas dari mereka sangat khawatir harus hancur sekali lagi melihat Aerith mati. Kali ini, dalam versi HD.

Tapi, bagaimana kalau sebenarnya begini? Semua kejadian di Final Fantasy VII Jadul itu, dari awal setelah Aerith berdiri sampai endingnya, adalah bayangan yang diberikan lifestream lewat Mako di pipa yang bocor di gang kepada Aerith? Semua isi game Jadul itu hanyalah ramalan kejadian yang tampak nyata bagi Aerith?

Aerith memiliki keturunan Cetra, orang yang bisa berkomunikasi dengan planet. Hal ini sangat mungkin sekali dilakukan. Sepanjang gameplay di versi jadul adalah kemungkinan masa depan yang diramalkan oleh planet dan Aerith melihatnya lewat Mako yang bocor. Semua informasi itu masuk ke kepalanya dalam sekejap.

Kemudian dia membuka matanya di ending versi Jadul, dan di opening versi Remake. Ini adalah dunia nyata Final Fantasy VII. Mulai saat ini, segalanya bukan ramalan lagi, dan Aerith memutuskan untuk mengubah ramalan itu.

Itulah mengapa, tidak seperti di versi original, dia kaget dan berjalan ke luar gang dengan gelisah. Itulah mengapa mahluk bernama Whisper ada di versi Remake. Seperti kata Red XIII saat adegan di ruangan Aerith dan Ibunya di gedung Shinra, Whisper adalah penjaga takdir planet. Mereka akan mencegah takdir agar tidak berubah. Takdir ini adalah keinginan dari Planet sendiri. Ingat, Planet di dunia Final Fantasy VII adalah entitas yang hidup. Itulah mengapa setiap kali Aerith berpotensi untuk mengubah takdir, Whisper bermunculan di versi Remake.

Semua hal yang terjadi di Final Fantasy VII Jadul hanyalah bayangan ramalan tentang masa depan. Itulah mengapa ada banyak perbedaan di versi Remake. Saat Cloud menyamar jadi cewek, misalnya. Di versi jadul, dia ganti baju di toko. Kalau di Remake, dia didandanin di Honey Bee Inn. Remake adalah dunia asli di Final Fantasy VII. Tempat semua takdir yang diinginkan oleh Planet belum terjadi.

Takdir yang diinginkan Planet adalah Sephiroth kalah, Aeris mati, Meteor dicegah dengan Holy, dan dalam 500 tahun manusia musnah semua, kembali menjadi lifestream. Apakah planet jahat karena ingin ‘membunuh’ semua manusia? Tidak. Bagi planet, semua manusia hanya kembali ke lifestream. Asal mereka. Planet bahkan punya ‘mode’ evakuasi di Dirge of Cerberus. Semua kembali jadi lifestream, kemudian pergi meninggalkan bumi dengan kendaraan bernama Omega. Planet itu hidup, dan dia hanya mempertahankan eksistensinya. Dalam sudut pandang planet, hal itu semua tidaklah jahat. Toh semua hanya kembali menyatu dengannya menjadi lifestream.

Hanya saja, ini tidak diinginkan oleh Aerith. Itulah mengapa ia ingin mengubah takdir dengan pengetahuannya.

Lalu bagaimana dengan Advent Children dan Dirge of Cerberus? Bukankah di sana Aerith sudah mati? Ya, Aerith bisa mati kali ini, seperti di versi Jadul, kemudian menyatu dengan lifestream, atau ….

Atau dia tidak mati! Dia hanya tidak ada, not there, tapi not dead. Oke? Bisa jadi dia pergi entah ke mana, dan dia bisa sesuka hati memproyeksikan dirinya di lifestream. Sama kayak Sephiroth yang sebenarnya ada di Northern Creater, tapi bisa ke mana-mana.

Jadi, sebenarnya kata ‘Remake’ pada Final Fantasy VII Remake bukanlah berarti remake dari versi jadulnya. Remake disini bermakna membuat ulang takdir. Remake the fate of the world. Jadi, ini game sequel, yang judulnya Remake.

Seperti judul ‘Dirge of Cerberus: Final Fantasy VII’ atau ‘Before Crisis: Final Fantasy VII’, mungkin kamu bisa membaca versi terbaru ini sebagai ‘Remake: Final Fantasy VII’

Takdir Aerith adalah takdir Planet. Bisakah kali ini diremake?

Jika seandainya Final Fantasy VII Remake ini demikian adanya, apalagi Aerith kali ini tidak mati, sungguh keren yang dilakukan oleh Square. Selama 23 tahun usia Final Fantasy VII, bukan sekedar Cloud yang batinnya selalu berujar “Aerisu, kimi wa doko. Aitai ….” Tidak.

Ada jutaan wibu old … Eh, maksud saya legendary gamers di seluruh dunia yang menantikan kembali pertemuan dengan Aerith, mencari cara agar ia tidak mati. Seperti kalimat pembukaan Advent Children. To those who loved this world … And knew friendly company therein: This Reunion is for you.

Aaaaawwww indah sekali bukan? Pesan yang akhirnya sampai setelah bertahun-tahun …. Penantian akan harapan yang manis …. Eh bentar ngapain cobak saya nulis sepanjang ini di pagi buta?

“Toori sugari no korban paket malam da. Oboitoke.”

Leave A Comment