Dompu Di Tengah Pandemik Corona

Spread the love

Teman baik saya sedari SD di Mataram yang kini jadi dokter, menginfokan saya tentang kasus Jamaah Tabligh cluster Goa yang pulang ke Dompu. Teman saya yang lain bercerita tentang mahasiswa-mahasiswa mudik yang setelah sampai malah keliaran ga jelas di kota.

Dua-dua tipe manusia yang pongah, sombong merasa tidak akan kenapa-kenapa, kemudian mengabaikan protokol keselamatan, hingga akhirnya sangat berpotensi membawa kematian bagi orang lain. Tidak ada alasan untuk tidak tau. Informasi udah jelas, masih aja ngeyel. Ngeyel ikut kumpul-kumpul ijtima di Gowa, terus pulang ke NTB bawa wabah. Satunya lagi ngeyel pengen mudik, sampe di Dompu malah kumpul-kumpul kongkow ga jelas, bukannya ngisolasi diri…

Kombinasi sombong dan bodoh, cenderung membawa petaka, apalagi di tengah pandemik. Jangankan pemerintah, bahkan nabinya udah mengingatkan agar jangan bepergian kalau wabah. Tapi terlalu sombong dan bodoh untuk mau mendengarkannya.

Padahal, Dompu itu bisa self sustain kalaupun dilockdown. Bahan makanannya ada sendiri. Lalu-lintas secara geografisnya tidak padat sehingga gampang diatur. Sayangnya, 2 tipe manusia inilah yang membuat semuanya jadi nggak guna. Kesombongannya waa bala diruu dou ma kalai.

Kalau ada orang Dompu lain yang kenapa-kenapa karena kelakuan kalian, kalau teman-teman masa kecil saya kenapa-kenapa karena kelakuan kalian, sungguh…

Kalian benar-benar cari perkara.

Leave A Comment