Ai Pia Cia E Ya

Spread the love

Kos-kosan saya letaknya di sebuah gang yang isinya deretan ruko 5-7 lantai. Sudah beberapa hari ini dari tingkat paling atas salah satu ruko mengalun lagu apa aja yang penting bunyi. Mungkin supaya ga sepi-sepi amat saat #PSBB ini Gegara Corona, ini seputaran Mangga Besar, Taman Sari, dan Glodok yang biasanya rame, jadi kayak kota mati.

Saya sering dengar, soalnya sinyal Telkomsel busuk kalau di dalam kamar kos. Nah, kalau wifi kosan mati, saya harus keluar nyari sinyal di depan.

“Sa hun ti cut tiaaa, jik hun ko ba piaaaa,” suara penyanyi pria terdengar samar-samar dari atas, sementara saya nongkrong di parkiran motor kosan. “Ai piaaa cia e yaaa…”

“Ini lagu sering banget diputar. Artinya apa, sih?” Tanya mas Satpam yang lagi jaga gerbang gang pas depan kosan. Sepertinya dia bosan, ingin memulai pembicaraan. Maklum work from home, eh, from pos satpam sendirian mulu.

“3 bagian takdir, 7 bagian kerja…” Jawab saya.

“Terus?” Tanyanya lagi. Apa ya? Apa saya bilang cinta dan perjuangan akan menang? Kok kayaknya klise sekali…

“Ai itu mau, pia itu kue, cia itu makan. Mau kue? Makaaan…”

Leave A Comment