Tyonghwa Powel

Spread the love

Alkisah, suatu malam yang sumuk di Jakarta, dua orang kawan, sepasang pasutri, datang dan ngobrol dengan saya. Ngobrol, ngalor ngidul ga jelas tentang Indonesia, sampai akhirnya yang dibicarakan adalah ucapannya pak Amien Rais tentang People’s Power.

Mereka berdua menyarankan saya untuk membuat tandingan. Secara apalah saya ini dibanding pak Amin Rais, bukan? Hanyalah bagaikan serpihan lengket setengah kering di kresek bungkusan dodol sincia. Sejak itulah istilah Tyonghwa Powel tercipta.

Tyonghwa Powel jelas bukan Tionghoa, apalagi Power. Ini adalah dagelan hidup dengan kealifan cadel. Secala udah pengalaman jadi pembulu cashback dan balang-balang halga mulah, loh kok saya jadi cadel nulisnya… Ah bangke lah.

Intinya, kawos ini adalah joke menjurus kenekatan masal karena gregetan sama istilah-istilah politik, yang kayaknya bo cuan kalau dijual. Gimana ga bo cuan, kalau dilempar ke pasar, pasti banyak yang milih nyablon sendiri.

Heck, itu logonya gampang banget. Beli kawos polos terus gambar sendiri juga bisa jadi. It is very KW-able you know…! Woh, aku isa ngomong enggres loh.

Cuma ya tetap aja saya bikinin yang versi bebas milih di tees dot co dot aidi. Mau warna apa, tipe kawos gimana, ada kerahnya atau malah kutang engko-engko glodok juga siap sedia kalau di sana.

https://tees.co.id/stores/Njrot/

Yang manapun pilihanmu, yang KW homemade sekalipun, tolong infokan ke saya, ya. Buktikan saja kalau saya salah dan ternyata itu barang laku. 🤣

Leave A Comment