Deddy Corbuzier Masuk Islam

Spread the love

Saya lihat banyak yang nyinyir tentang oom Deddy Cahyadi Sunjoyo, alias Deddy Corbuzier, mau masuk Islam.

Nyinyiran paling banyak adalah karena rencananya kegiatan itu mau disiarkan langsung, kemudian batal karena dilarang sama KPI. Ini membuat om Deddy dianggap dagangin agama, dicurigai mau jadi mualaf karena urusan bisnis. Memperdagangkan agama dari awal, katanya.

Okelah, marilah sementara kita anggap ini semua bisnis. Kesampingkan dahulu kenyataan bahwa berprasangka baik itu lebih dianjurkan.

Kalau melihat track record seorang Deddy Corbuzier selama ini, tenang saja. Kalaupun dia akan menggunakan agama untuk berbisnis, mentalnya dia tidak anarkis.

Kalaupun di kemudian hari dia dikhawatirkan akan jadi anarkis, tenang saja. Baginya akan lebih menguntungkan untuk stay di bagian non-anarkis karena pelapak di bagian anarkis sudah terlalu penuh. Serius, jika ini semua bisnis, oom Deddy akan mencari pasar yang sepi peminat. Tipenya dia memang begitu.

Nah, secara kita ngomongin bisnis, sekaligus aja. Sekarang kita lihat keuntungan yang didapatkan di sisi pemeluk agama Islam di Indonesia. Apa ya?

Zakat.

Tentu zakat yang wajib dikeluarkan oleh Deddy Corbuzier akan sebanding dengan jumlah kekayaan yang telah ditunjukkan olehnya selama ini. Dan, yang paling penting, mengingat mental dan omongan dari oom Deddy selama ini, bisa jadi zakat yang dikeluarkannya nanti bukan pemberian. Bukan, melainkan modal usaha sekaligus pembekalan keterampilan.

Tenang, dia publik figur. Hidupnya, bisnisnya, adalah dari anda-anda sekalian. Secara mayoritas di Indonesia beragama Islam, jika dia masuk agama Islam, anda akan lebih gampang mengontrolnya jika dia berani macam-macam, bukan?

Otentu, dia juga tau itu.

Karena itu, justru jika ini semua adalah bisnis, oom Deddy pasti akan memilih jalur yang paling lempeng.

Lagipula, ada satu hal yang layak diperhitungkan. Jika seorang Deddy Corbuzier mengeksploitasi Islam sebagai bisnis sekalipun, percayalah. Pahala anda tidak berkurang, dan dosa anda tidak bertambah.

Kemudian nyinyiran bahwa Deddy Corbuzier meninggalkan budaya dan agama leluhur dengan masuk Islam? Ah, ini yang sepertinya harus diluruskan.

Bisa jadi dari dulu oom Deddy sudah meninggalkan itu semua, jauh sebelum dia mau masuk Islam kayak sekarang. Ibu dari anaknya, Azka, bukanlah seorang keturunan Tionghoa.

Lu lang tenglang kong Azka e ma hwana, bo? Hahaha, wa cai. Mai kong ah, mai…

Kemudian, oom Deddy lebih sering dipanggil mas, oom, bukan koh apalagi ncek atau mpek, dan dia menerima semua itu, tidak marah, malah cenderung bangga dan mensosialisasikannya sendiri. Tidak seperti kebanyakan warga keturunan yang menganggap panggilan “itu” adalah hal yang “mesti”.

Budaya-budaya demikian sudah terlebih dahulu jauh dia tinggalkan.

Pun secara agama, sepanjang pengamatan saya, jauh sebelum mau masuk Islam, dia beragama Katolik. Bukan Konghucu atau Tao. Bahkan, beberapa tahun terakhir dia terlihat seperti seorang Pantheist. Bukan baru-baru ini, kok. Apalagi karena masuk Islam.

Ini pengalaman pribadi saya saja. Catat, ya, pengalaman pribadi. Agama itu kan seperti manual book kehidupan, panduan memperbaiki diri, supaya pribadi kita bisa dekat dengan Tuhan. Nah, saat agama dieksploitasi, biasanya yang cenderung marah-marah biasanya adalah mereka yang memang ekonominya mengandalkan agama tersebut. Ini normal. Tapi, kalau lahanmu bukan di sana, baiknya sih jangan sampai jadi beban pikiranmu aja.

Ngomong-ngomong kok belum ada yang nggorengin teori kalau Deddy Corbuzier masuk Islam ini pengalihan issue sidang Mahkamah Konstitusi? Ayolah, biasanya kan bisa sekreatif itu…

Leave A Comment