Jalan Tol Juga Bisa Digoreng

Spread the love

Eh, lebaran dan mudik. Sebuah momen yang tepat untuk menggoreng berita bahwa jalan tol tidak ada manfaatnya untuk rakyat kecil, bukan? Ramailah adanya giringan narasi demikian di linimasa saya. Rezim ini brengsek, jalan tol yang dibangun nggak bisa dinikmati rakyat kecil yang nggak punya mobil! Demikian katanya.

Sebenarnya, dengan adanya jalan tol, yang paling untung justru yang nggak punya mobil.

Dengan adanya jalan tol, lalu lintas semakin lancar. Termasuk lalu lintas kendaraan gede yang wira-wiri mendistribusikan barang. Dan karena jalannya mulus, perawatan kendaraan jadi berkurang. Waktu tempuh yang singkat karena nggak lagi lewat jalan kecil dan jelek juga menghemat biaya di jalan. Nah, karena ongkos-ongkos ini turun, harga barang yang dimuat kendaraan-kendaraan ini jadi nggak meroket. Terlebih lagi karena waktu tempuh yang singkat, kualitas barang lebih terjaga.

Untungnya adalah, mayoritas yang nyawer buat biaya pembangunan jalan tol ini adalah mereka yang punya mobil. Lewat mana? Ya lewat karcis tol. Yang ga punya mobil nggak perlu nyawer. Menguntungkan buat rakyat kecil, kan? Yoi.

Terus kalau yang cuma punya motor gimana? Kan orangnya jadi nggak bisa masuk tol? Bisa. Caranya ya naik bus. Motornya nggak usah dibawa. Nyampenya lebih cepat, pula.

Tapi kalau memang sebagai kepala keluarga mau mudik anak istri boncengan 4 orang naik motor dengan barang numpuk gila-gilaan, yah… Silahkan. Dzhalim sama diri sendiri serta anak istri pas mudik dimaklumi di negeri ini. Bertaruh nyawa sekeluarga dengan alasan nggak cukup duit itu kan dianggap keren di negara +62.

Kalau saya pikir-pikir, untuk playing victim itu perlu otak yang cerdas. Minimal daya analisa yang bagus. Soalnya playing victim itu butuh kemampuan cocokologi yang oke ditambah seni mengarang bebas. Hampir setengah penduduk Indonesia jago urusan ginian. Nah, saran saya, kemampuan otak untuk playing victim ini dipake untuk dagang dan usaha. Kerja lah, istilahnya.

Mungkin ntar bisa beli mobil.

Leave A Comment