Internet Diblok Dan Pedagang Online

Spread the love

“Internet sudah diblok dan bakal sampai seminggu! Sekarang kita pedagang online nggak bisa dagang! Mau nyari makan pake apa?”

Begitu pesan yang saya baca semalam, yang membuat saya mengernyit karena saya membacanya di facebook, dan tentunya lewat internet.

Katanya internet diblok, dia posting di internet, dan saya membacanya lewat internet. Saya sempat berpikir, jangan-jangan keanehan ini adalah azab…

Tapi baiklah. Saya membuka bukalapak dan tokopedia, peluru utama pedagang online. Jalan. Saya cetingan lewat LINE, whatsapp, dan telegram, media komunikasi pedagang online jalan. Ah, mungkin maksudnya media sosial. Facebook masih jalan, mungkinkah instagram? Oh, instagram juga normal-normal saja.

Rupanya yang diblok adalah gambar di facebook.

Dan video.

Gambar dan video yang diposting nggak keliatan. Teks dan lainnya bisa. Hanya itu, kemudian banyak yang protes. Terutama yang mengatasnamakan pedagang online, karena nggak bisa jualan, katanya.

Saya juga dagang. Online ada, offline juga ada. Saya melihat, kalau blokade gambar bisa membuat kondisi keamanan lebih terkendali, saya sebagai pedagang bisa diuntungkan dengan itu. Kenapa? Karena situasi yang aman membuat masyarakat lebih mudah dan senang dalam bertransaksi. Dagangan saya akan cuan kalau kondisi aman. Kecuali saya dagangnya bom molotov seperti yang dipake sama orang-orang kemarin, ya. Kalau kondisi aman, saya jelas bo cuan.

Kalau kondisinya kayak sekarang dan dibloknya gambar di facebook bisa menyebabkan negara bisa lebih dikontrol, itu baik. Kalau nggak, bisa-bisa saya malah nggak bisa jualan selamanya. Jangankan online. Warung sembako offline aja bisa dirampok.

Nah karena semua gambar dan video diblok dari facebook, akhirnya banyak yang menggunakan VPN gretongan. Iya, cuma supaya bisa ngelihat gambar.

Tau nggak kenapa VPN yang seharusnya infrastrukturnya mahal itu bisa gratis? Siapa yang bayarin server, maintenance, staff pemelihara, dan koneksi internetnya yang mampu melayani banyak orang dalam satu detik itu?

Yang bayar pengguna VPNnya.

Loh, kan gratis?

Gratisnya duit. Pemilik VPN kan nggak mau rugi karena bukan badan amil zakat. Ga ada yang gratis di dunia ini selama mesjidpun harus bayar listrik.

Tau nggak apa sih sebenarnya VPN itu? Secara gampang dan mudah dicerna, VPN itu kerjanya kira-kira seperti ini.

Misalkan yah, kita mau buka facebook tapi gambarnya diblok. Jadi, kita suruh kasiin komputer VPN akses buat masuk ke akun facebook kita. Abis dibuka ama komputer VPN, isinya semua dikirimin ke gadget kita. Horeee! Bisa liat gambar deh!

Iya, tapi komputer VPN sekarang punya data-data kita. Apapun yang kita buka selama pake VPN, diketahui sama VPN. Nanti oleh pemilik VPN, datanya dijual. Minimal buat riset marketing.

Jadi, VPN gratis sebenarnya nggak gratis. Kita bayar pake data pribadi. Semuanya demi ngeliat gambar dan video. Semuanya. Termasuk informasi login kita. Sukarela loh.

Saya sih nggak mau. Lagian saya masih bisa, posting kok.

Tanpa VPN loh ya.

Leave A Comment