Kenapa Orang Mati Harus Dicek Pajaknya

Spread the love

Saya lihat banyak yang menertawakan soal kenapa orang mati harus dicek rekeningnya untuk pajak. Saya ingin berprasangka baik bahwa mereka yang tertawa adalah dikarenakan mereka kurang mengerti bahasa undang-undang yang ribet itu. Biar saya jelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana, agar semua bisa dimengerti dengan sempurna.

Kenapa orang mati harus laporan pajak? Ini untuk melindungi yang masih hidup, baik ahli waris, maupun yang non-ahli waris. Kamu, kamu, dan kamu. Kenapa? Karena gini.

Di Indonesia, harta warisan tidak kena pajak.

“Waaah! Asek dong!” Nggak asek woi. Justru di sini exploitnya.

Misalkan bapak kamu mati, dan ahli warisnya cuma satu yaitu kamu. Kalau Dirjen Pajak nggak punya laporan pajak bapak kamu yang mati itu, saat kamu terima warisan bapak kamu, oknum pajak yang iseng bisa saja menarik pajak dari warisan yang kamu terima.

Nah, kalau laporan pajak kematian bapak kamu nggak ada, kamu nggak bisa membuktikan kalau harta yang kamu terima itu warisan. Oknum pajak langsung ngincer kamu, dan dipastikan kamu kalah. Justru laporan pajak kematian ini yang melindungi hak waris kamu sebagai ahli waris dari mafia pajak.

Sekarang kita pindah ke kasus lain.

Misalkan bapak temen kamu yang kaya banget itu mati, dan ahli warisnya cuma satu yaitu temen kamu, yang sejak kecil udah ngejek kamu karena kamu miskin, dan saat kelas satu SMA gebetan kamu dipacari sama dia karena dia dibeliin bapaknya Kawasaki Ninja sementara kendaraan kamu cuma sepeda ontel yang diutangin ama bapak kamu di toko babah Pihung. Stage ready, oke?

Begitu temen kamu yang brengsek ini bapaknya mati dan ga punya laporan pajak kematian, temen brengsekmu yang ahli warisnya ini, sengaja bilang kalau uang beberapa ratus juta rupiah pemasukan dari kebun tebu miliknya adalah warisan dari bapaknya yang mati kemarin. Karena data perpajakan kematian bapaknya ga ada, ga ada juga yang tau sebenarnya berapa nilai warisan bapaknya ini. Dia tinggal sewa kesaksian mafia pajak lagi, dan ratusan juta sudah lolos pajak.

Temenmu yang ngejek kamu miskin, macarin gebetan kamu, sekarang tambah kaya dan lagi makan lontong bernama Kimbab di Korea. Sementara kamu udah miskin, dipajakin tiap bulan, dan makan beras pera. Menurut kamu, itu adil nggak?

Inilah cara supaya manipulasi pajak bisa dipersempit. Supaya tetap adil. Yang memiliki tambahan kemampuan ekonomis harus membayar pajak. Yang lebih mampu, membayar pajak lebih tinggi. Yang udah miskin, nggak melulu dikadali.

Terus apa orang-orang yang mati ini bakalan jadi pocong terus ke kantor pajak bikin SPT tahunan kayak di gambar meme-memean yang kamu pake buat bahan ejekan itu? Ya nggak dong. Kan sekarang kita hidup di zaman pasca Dinosaurus. Orang dari pajak yang meriksa, karena dengan adanya aturan baru itu, petugas pajak jadi punya kewenangan menelusuri si pewaris. Jalur rekeningnya lah, inilah, itulah. Profiling istilahnya.

Mentri yang kamu ketawain dan kamu ejek dengan meme-memean itu, ternyata justru sangat memikirkan dan menyayangi kamu. Ingin agar kamu mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Nah, sekarang saya pengen nanya satu hal penting nih, ke kamu.

Udah malu belum?

Leave A Comment