Aseng Nyoblos

Spread the love

Ini cerita tentang seorang aseng yang ngerantau dari Malang ke Jakarta bernama… Hmmm, sebut saja, Sony Herianto. Dengan semangat, si aseng ini mandi jam 6 pagi, sisiran, dan pergi ke TPS jam setengah tujuh. Membawa surat keterangan dari RTnya di kampung, mamanya yang berumur 80 tahun yang ngurus, dan dikirim pake kereta. Berangkat pagi-pagi, biar antriannya ga panjang, katanya.

Sampai di TPS, petugas mengatakan bisa pakai E-KTP saja, tapi nanti, jam 12 siang. Jadi, mandi pagi, rambut klimis, dan modal semangat si Sony ga guna. Siangnya, dia balik ke TPS. Petugas TPS bilang, ngurus dulu ke kantor kelurahan di Jakarta. Maka, pergilah dia ke kantor kelurahan.

Sampai di kantor kelurahan, dia menunjukkan surat dari RT dan E-KTPnya. Petugas dari kelurahan mengatakan tidak bisa. Harus ada surat dari kelurahan di Malang. Mamanya Sony bilang, surat itu baru sampai ke rumahnya kemarin sore, jadi belum sempat dikirim ke Jakarta. Sonypun balik ke warung.

“Kowe bok ngerekamno videone kabeh dek HPmu?” Tanya saya ke Sony.

“Gawe opo?” Dia malah bertanya balik.

“Yo digawe konten instagrammu ngunu lho. Lumayan toh, kowe onok konten.” Jawab saya.

“Ben opo aku gawe konten ngejelek-jelekno negoroku dewe mari gitu ketok negoro liyo.” Katanya. Owalah, seeng, aseng…

Kebetulan aku ra peduli cuk. Entuk kontenku.

Leave A Comment