Hacking FAQS

Spread the love

Sepertinya sudah saatnya saya membuat baris jawaban untuk anda sekalian yang mendadak ngirimin saya pesan untuk ngehack, nyari orang di internet, dan semacamnya. Sudah terlalu banyak pesan yang dikirimkan ke saya, dan saya mulai eneg.

– : Saya ditipu online / offline / akun saya dibajak / diifitnah melalui internet, bisakah tolong untuk membantu mencari keberadaan orang tersebut / ngehack balik akun tersebut?

+ : Tidak. Silahkan lapor polisi.

– : Polisi tidak akan menanggapi karena nilai kerugian saya hanya 1 juta / 5 juta / 10 juta. Tidak bisakah saya dibantu?

+ : Terkecuali anda mampu membayar saya minimal 200 juta di muka, tidak. Melakukan tracking keberadaan seseorang berdasarkan akun media sosial, hp, e-mail, dan semacamnya, berarti melakukan tindakan ilegal yang berarti juga saya melanggar hukum dan bisa dijadikan target penangkapan. Saya tidak akan mengambil resiko tertangkap karena melanggar hukum hanya karena membantu anda. Lagipula, melakukan tracking atau peretasan butuh waktu, tenaga, dan biaya operasional yang tidak sedikit. Anda tidak bayar listrik dan bandwidth saya, apalagi makanan saya. Waktu saya yang hilang karena ngurusin hal tersebut selayaknya bisa saya gunakan untuk nyari makan, dengan dagang bakmie, misalnya. Apakah masuk akal meminta seseorang merampok perampok, membunuh pembunuh, atau serendah-rendahnya menghajar preman, dengan gratis? Tentu tidak. Gratis, lapor polisi.

– : Ini sekedar memberi pelajaran dan efek jera ke si pelaku. Tidak bisakah saya dibantu?

+ : Pelaku tidak akan jera hanya karena lokasinya ketauan. Dia tinggal lari. Pelaku tidak akan jera karena akunnya ditake-over. Dia tinggal bikin akun yang lain. Terkecuali anda mampu membayar saya minimal 200 juta di muka, tidak. Anda bukan polisi, saya bukan polisi. Kita bukan penegak hukum. Gratis, lapor polisi.

– : Ini masalah personal dan saya malu kalau lapor polisi. Tidak bisakah saya dibantu?

+ : Terkecuali anda mampu membayar saya minimal 200 juta di muka, tidak. Saya tidak mau melakukan pelanggaran hukum karena hal remeh seperti kemaluan anda. Gratis, lapor polisi.

– : Saya kapok kalau lapor polisi. Polisi tidak menanggapi. Mereka maunya duit. Tidak bisakah saya dibantu?

+ : Anda memurahkan urusan lidik. Kalau polisi yang jelas-jelas digaji dan dapat bonus kalau berhasil ngungkap kasus aja malas nanggepin laporan anda, apalagi saya, yang kalau nanganin urusan anda bakal jadi pelanggar hukum dan pait-paitnya harus lari ke luar negeri. Terkecuali anda mampu membayar saya minimal 200 juta di muka, tidak. Gratis, lapor polisi.

– : Sombong / Mata duitan amat sih. Punya ilmu / kelebihan / pengetahuan itu harus dibagi / dimanfaatkan, bukan?

+ : Baca ulang semua tulisan saya di atas. Kalau pertanyaan itu masih muncul, baca ulang lagi. Kalau pertanyaan itu tetap muncul, perbaiki jiwa anda, karena jiwa anda mungkin busuk. Anda berusaha mengorbankan saya.

– : Kenapa harus 200 juta sih?

+ : Pertama, itu minimal. Mi, ni, mal. Kalau saya liat naga-naganya lebih merepotkan hidup saya, bakal lebih tinggi lagi. Kedua, karena waktu dan pengetahuan saya punya harga. Anda cukup memampukan diri saja.

– : Apa yang menjamin kalau saya tidak dikibulin setelah ngasih minimal 200 juta?

+ : Nggak tau. Anda yang nanya ke saya, yang jelas-jelas saya ini tukang bakmie merangkap sopir warung. Kok masih nanya? Situ sehat?

Leave A Comment