Gatebox

Spread the love

Alat ini namanya Gatebox. Karakter cewek kartun dua dimensi di dalamnya itu namanya Azuma Hikari. Wah, Azuma Hikari, namanya artinya Cahaya Timur. Hum, saya bisa mengaitkan ini sebagai kampanye Nippon Cahaya Asia gelombang kedua… Tapi sudahlah.

Tontonlah video ini. Secara singkat, kebanyakan dari kalian mungkin akan mengatakan kalau pria yang membeli ini menyedihkan. Umumnya, kalian akan memandangnya sebagai manusa gagal yang nggak laku karena nggak punya istri.

Tapi pikirkan ini, pikirkan ini sebentar. Barang bernama Gatebox ini, dibuat, ada, dan laku. Dan el a ka u.

Kok bisa?

Karena bagi beberapa orang, yang dicari dari pasangan itu bukan sex, tapi companion. Ada yang nemani, ada yang menunggu kepulangannya. Onok seng ngenteni lah Jowone. Makanya, bagi beberapa pasangan lanjut usia yang sudah frigid nggak bisa enaena lagi, yang cowok tetap semangat buat pulang ke rumah.

Nah, kalau companionship ini tidak lagi bisa diberikan oleh wanita zaman now dan bisa dilakukan dengan teknologi, cowok Nippon nggak bakal ambil pusing. Cowok yang beli ini bukan manusia gagal. Cowok ini cuma memandang kalau hubungan seksual itu baginya bukan kebutuhan yang wajib dipenuhi, yang penting ada yang menemani. Gampangnya, keputusan hidup si cowok ini bukan ditentukan oleh penis yang masuk ke liang vagina.

Dia lebih memilih punya teman, perhatian, dan dinantikan. Toh organ seksual manusia yang paling besar itu otak. Makanya, ada orang yang kalau naik motor terus ngebut bisa orgasme.

Tapi terus terang saya tertarik sama Gatebox ini. Saya pengen bongkar isinya, pengen lihat lalu lintas data yang keluar di dalamnya. Gatebox ini pasti terhubung sama sebuah server yang isinya artificial intelligence untuk voice recognition yang logicnya menarik untuk ditelaah dan dipelajari. Lewat mana dia membedakan suara perintah dan suara kucing lewat? Bagaimana dia tau harus menampilkan gerakan apa dari asset databasenya? Apa yang membuatnya bisa bekerja? I WANNA DISSECT THIS AZUMA HIKARI DAMNIT!!!

Ah… Maaf. Sepertinya saya terlihat seperti orang yang orgasme. Okay, carry on. Don’t mind, don’t mind…

Leave A Comment