Percaya

Spread the love

“Bukan saya menyalahkan Tuhan loh ya, tapi kayaknya nggak ada gunanya kita jadi orang baik. Bisa jadi, perintah supaya jadi orang baik itu dikampanyekan sama orang-orang yang sudah tinggi posisinya dalam masyarakat, agar posisi mereka tidak goyah. Orang baik lebih gampang dimanfaatkan.” Kata saya ke Jupe.

Jupe, si Juventus. Malam ini saya dan dia menghabiskan malam tahun baru dengan nongkrong di warung perempatan lampu merah. Makan nasi pake telor dadar. Yang ada cuma itu. Yang ada duitnya juga cuma segitu.

“Jadi seleksi alam, gitu? Saling tikam?” Jupe bertanya, sambil memandang mobil-mobil ratusan juta yang lewat.

“Yoa.” Pungkas saya, kemudian menyodorkan kopi botolan bikin sendiri yang dibawa dari kantor. Supaya hemat, nggak perlu bayar kopi.

“Kopine wes tak kei racun. Saya mau nikam kamu. Ngombe wes.” Saya menyuruhnya minum.

Jupe menatap saya dengan serius, kemudian tersenyum dengan tenang.

“Saya akan tetap meminumnya, karena saya mempercayai kamu.”

“Fak! Kamu pikir saya Yesus?!”

Leave A Comment