Digimon, Butter-Fly

Spread the love

Hahaha komik ini saya banget. 😀

Kalau saya tidak kenal Digimon, saya tidak akan pernah kenal komputer. Tidak akan pernah kenal GNU/Linux. Tidak akan pernah kenal perangkat lunak. Mungkin saya cuma jadi tukang nyolder komponen ke PCB alat listrik random.

Oh iya, masa lalu saya mungkin, yah, rada brengsek lah. Sampai sekarang masih ada yang polos nanya ke saya gimana cara ngerampok bank online. Terakhir saya malah dipe’a-pea’in mbak Wiyah bendahara kantor setelah transaksi rekeningnya satu bulan saya beberin, padahal dia sendiri yang minta dengan alasan mau ngetes. Sepertinya mbak Wiyah itu seorang tsundere.

Tapi bukan #Digimon kok yang brengsek. Yang brengsek emang saya.

Bagi saya, Digimon itu… Gimana, ya? Serasa berbeda dengan genre sejenis. Ada hal yang mereka perjuangkan, bukan sekedar bertarung untuk menjadi yang terhebat atau semacamnya. Alasannya kuat, ada sesuatu yang harus dilindungi. Ada sesuatu yang membuat mereka tumbuh menjadi lebih baik. Bukan sekedar siapa yang lebih kuat. Itu salah satunya yang membuat saya suka.

Satunya lagi, pernahkah kamu mendengarkan lagu-lagunya? Misalnya Butter-Fly, yang dinyanyikan almarhum Wada Kouji. Itu lagu metal sekaleee!!! 🤘🤘🤘

Leave A Comment