Disuruh Boris Punya Style

Spread the love

Malam ini, saya menyambangi Boris, sahabat saya. Dia dulu adalah finalis acara The Master, dengan nama panggung Boris Zor-El. Sekarang, kegiatannya ngisi seminar. Entah seminar apa, saya tidak peduli. Yang pasti, kalau dia seminar, gayanya selalu kekinian, lengkap dengan gaya rambut botak samping apalah itu namanya. Yang kayak jambul ayam itu loh. Gayanya dia keren. Nah, saya kebetulan lagi ada di Sarinah, dan dia di Plaza UOB. Karena saya rasa dekat, jalan kakilah saya ke sana.

Setelah bertemu, sebagai bintang yang pernah ngetop sebagai, umm… Sebagai orang yang muncul dari kandang kosong milik Rizuki waktu itu, Boris menyarankan agar saya mengubah cara saya dalam berbusana. Menurutnya, cara saya berpakaian tidak khas, kurang berkarakter. Sujiwo Tedjo misalnya, atau seniman-seniman nyentrik lain.

Baju batik yang saya kenakan malam itu, menurutnya terlalu standar. Saya sendiri suka make #batik. Sangat suka. Tapi menurut saya, dia ada benarnya. Setiap make batik, saya sering ditanyain mau kondangan ke mana. Jadi, saya berjanji kepadanya untuk menunjukkan ke dia gaya yang khas dengan busana yang saya kenakan saat bertemu dengannya. Batik dan celana jeans biru.

Ternyata susah. Setelah saya coba modif, yang bisa dimodif cuma sedikit. Walau saya tambahkan rok mini dan loose socks, tetep kelihatan kayak mau kondangan.

Sampai saya teringat gaya saya dulu waktu make seragam SMA. Gaya Yankee.

Pas, kan? Saya jadi pengen tawuran…

Leave A Comment