Mencintai Jingga

Spread the love

Petang itu awan yang tak lagi terang robek.
Setiap hari, seperti biasa.
Jingga menyeruak dari koyakannya.
Jingga yang selalu heran, sekali itu bertanya.
“Awan, tidakkah sakit engkau demikian setiap hari?”
Awan tersenyum, dan perlahan redup. Ia tak bisa berkata apa-apa.
Ia telah mencintai jingga dengan sederhana.

Leave A Comment