There Is Always A Reason

Spread the love

Seorang gadis pernah mengirimkan saya gambar melalui Line. Di gambar itu, terdapat sebuah tulisan.

You don’t meet people by accident. There is always a reason.

Demikian tulisannya.

Waktu itu, saya langsung menanyakan maksudnya mengirimkan pesan itu ke saya. Ia tidak menjawabnya. Saya bingung. Saya tidak mengerti.

Kemudian, saat ada kesempatan bertemu dengannya, saya, yang masih tidak mengerti maksudnya, kembali menanyakan hal tersebut. Ia hanya menjawab singkat.

“Ya, itu.”

Saya, yang saking tidak mengertinya waktu itu, mengatakan. “So, yo. Kimi to de atta. Dakara sa, sore de nani ya?”

Saya waktu itu sampai lupa, si gadis sering mengatakan bahwa bahasa Jepang saya terdengar lucu dan ketinggalan zaman. Yah, memang demikian adanya. Bahasa warisan perang dunia ke dua dari kakek nenek. Bukan kursus, apalagi kuliah.

Beberapa hari lagi hari lahirnya. Saya kembali mengingat semua yang sudah saya lewati. Sebelum, setelah berjumpa dengannya, dan setelah kembali bisa berjumpa dengannya.

“So yo. Kimi to de atta. Sore de, kono sekai ga, subete ga eranda genjitsu to, erande wa ikenai mirai ya. Boku wa kesshite jinsei ni kui wa nobu janee. Dakara, ima, boku wa koko ni iru.”

Leave A Comment