Gravitasi, Massa, Ruang, Waktu, Serta Kamu

Spread the love

Pernahkah kamu menyampaikan harapan ke bintang jatuh?

Bintang jatuh, bisa kamu saksikan setiap malam di langit yang bersih, di daerah yang tidak tinggi tingkat polusi cahayanya. Bintang jatuh adalah benda langit berupa batu-batu dari antariksa, atau satelit-satelit tua maupun potongannya yang jatuh ke Bumi, kemudian terbakar oleh atmosfer. Sama seperti saat kamu naik motor dan merasakan terpaan udara karena kecepatan kamu bergerak, begitu pula benda-benda yang kamu lihat sebagai bintang jatuh itu bisa terbakar. Oleh gesekan. Semakin cepat kamu melaju di atas motor, tentunya semakin keras udara menerpa wajahmu. Dan kecepatan bintang jatuh, jauh lebih cepat dari itu.

Gravitasi, istilah yang digunakan untuk menjelaskan kenapa benda-benda itu jatuh ke Bumi.

Mungkin gravitasi tidak seperti yang kamu pikirkan selama ini. Gravitasi, adalah efek yang terjadi saat sebuah massa yang besar, membuat cekungan dalam ruang dan waktu.

Ruang dan waktu adalah satu kesatuan. Tidak dapat dipisahkan. Kamu bisa membayangkan ruang dan waktu seperti sehelai seprei, yang keempat ujungnya dipegang oleh empat orang, hingga membentang dan mengambang.

Taruhlah sebuah bola di tengah-tengah seprei tersebut. Maka akan terjadi cekungan pada seprei, yang mana adalah ruang dan waktu.

Lepaskanlah sebuah bola lagi dari ujung seprei. Tentu bola tersebut akan bergerak ke tengah, ke arah bola pertama. Hingga keduanya benar-benar ada di tengah cekungan yang terjadi di seprei, cekungan pada ruang dan waktu. Inilah yang kamu rasakan sebagai gravitasi.

Dan jika saat kamu melepaskan bola di awal dengan mendorongnya ke arah lain selain letak bola pertama, yang merupakan titik tengah dari cekungan tersebut, tentu bola kedua akan mengitari bola pertama. Semakin lama, bola kedua akan semakin dekat dengan bola pertama, seiring dengan habisnya gaya dorong yang kamu berikan di awal. Kamu mengenalnya sebagai orbit.

Seperti Bulan yang mengitari Bumi. Kemudian Bumi yang mengorbit Matahari. Akibat massa yang membuat cekungan dalam ruang dan waktu. Yang cekungannya dirasakan sebagai gravitasi bagi kamu dan alam di sekitarmu.

Saat kamu mengalami kejadian ditarik oleh gravitasi, bukanlah kamu sendiri yang tertarik menuju pusat gravitasi tersebut. Kamu, ruang, dan waktu di sekelilingmu, ikut dibengkokkan dan tertarik. Mengarah, menuju pusat massa benda itu.

Semakin besar massanya, semakin besar dan dalam cekungan yang tercipta, semakin bengkok pula ruang dan waktu. Tentu bola basket akan membuat cekungan yang lebih besar dan dalam di seprei ketimbang bola kasti, bukan?

Itulah mengapa waktu itu relatif. Bagi mereka, yang berada dekat dengan benda yang bermassa besar, yang membuat cekungan dalam ruang dan waktu sedemikian luas, mengalami waktu yang berbeda dengan mereka yang dekat dengan benda yang massanya lebih kecil. Dekat dengan massa yang besar, membuat mereka terlihat mengalami waktu yang lebih lambat jika dilihat oleh mereka yang dekat dengan benda bermassa lebih kecil. Mereka terlihat bergerak lebih lambat, beraktivitas lebih lambat, menua lebih lambat. Waktu berlalu lebih lambat bagi mereka, dan mereka tidak merasakannya.

Gravitasi, massa, ruang dan waktu, selalu terkait dan selalu menyatu. Satu yang berubah, yang lain mengikuti. Jika kamu menyebut takdir, maka ketetapan itu demikianlah adanya.

Kamu tidak bisa menciptakan medan gravitasi untuk memerangkap plasma hingga bisa menjadi pedang yang bisa menebas atau diadu tanpa menyebabkan bengkoknya ruang dan waktu di sekitar pedang itu akibat massa yang besar untuk menciptakan gravitasi di awal. Pun dengan massa yang demikian besar itu, mesin waktumu hanya tetap bisa bergerak maju dalam pusaran entropy waktu yang berlalu.

Ingatlah selalu. Saat kamu menyampaikan harapanmu ke bintang jatuh, kamu menyampaikan harapanmu ke sang waktu.

Dan saat harapan ini tersampaikan oleh sang waktu, seolah ia mengalir teramat pelan bagiku. Saat-saat kamu ada di situ, saat-saat bersamamu…

Leave A Comment