Tentang Lomba Foto Polres

Spread the love

Sore ini, saya berbincang dengan teman lama saya, Haris. Dia dan beberapa kawan polisinya yang lain sedang nongkrong di depan polres, berjaga. Satu-satunya yang bukan polisi adalah saya.

Namanya Haris. Badannya nggak besar-besar amat. Perawakannya sedang. Kalau dia sedang nggak pake seragam seperti sore ini, nggak akan ada yang ngira kalau dia polisi. Ya, diantara semua polisi berseragam di depan polres sore ini, dia terlihat lain sendiri dengan kemeja putih dan celana hitam. Lebih mirip pegawe pajak.

“Nggak ikut kamu lomba foto yang diselenggarakan polres, Blek?” Tanya Haris.

Lomba foto yang dimaksud oleh Haris memang tengah berlangsung, bertema Polisi Untuk Masyarakat. Hadiah utamanya tiga juta rupiah.

“Males. Nggak punya kamera.” Sahut saya.

“Pinjam kamera mereka-mereka lah!” Timpal Haris.

“Teman-teman kita yang lain itu make kameranya buat kerja. Nggak asek.” Jawab saya sambil menggeleng pelan.

“Eh, si Fan tugasnya di bagian mana?” Mendadak saya teringat seorang kawan polisi yang satu lagi. “Fotoin dia aja kali, sekalian pake punyanya dia buat motret. Hahahaha…!”

“Tauk deh. Dia tugasnya di polsek Woja sana. Bukan di polres.” Haris cengengesan, kemudian melanjutkan. “Ngapain kamu foto dia, yang satu itu udah hilang gantengnya sekarang.”

Saya tertawa.

“Lah kan temanya Polisi Untuk Masyarakat. Mana tau dia bantu-bantu ibu tua ngangkat belanjaan di pasar, dia kan orangnya gitu.” Sahut saya.

Mendadak seorang anak lewat dengan sepeda, kemudian terjatuh, lengkap dengan sepeda-sepedanya. Tampaknya karena rantai sepedanya keluar. Reflek, saya dan Haris lari menghampiri anak itu dan membantunya.

Walau kecil, anak itu tidak menangis. Anak kecil yang keren sekali. Saya mengangkat sepeda itu, dan langsung ngebenarin rantenya.

Sambil ngebenarin rante yang bikin tangan cemong item-item, mendadak saya teringat hal yang penting. Saya langsung menoleh ke Haris.

“EH Haris! Cepetan pulang terus pake lagi seragam kamu terus benerin ini rante! Baru saya foto pake hape kamu! Hadiahnya kita bagi dua!”

“Gila kamu Blek.” Semprot Haris.

Leave A Comment