Semua Karena GNU/Linux

Spread the love

Hai-haai!

Pernahkah kamu berpikir, apa yang membuat kamu bisa menikmati nikmat dan lancarnya berkomunikasi, pamer foto, ngeksis di sosial media seperti yang kamu lakukan saat ini? Menikmati gampangnya kamu naik transportasi publik yang tinggal ctekin kartu? Gampangnya kamu belanja online? Itu semua karena adanya GNU/Linux.

Itu adalah nama sistem operasi. Nama program. Program tempat kamu nginstall program lain buat ngetik, nonton film, ngeliat foto, segalanya.

Hei, tanpa Linux, kamu bahkan nggak bisa buka Fesbuk. Situs Fesbuk ini dijalanin di atas sistem operasi, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Linux. Mau kamu pakenya Macintosh atau Windows, kalau nggak ada Linux, apa yang mau kamu buka dengan browsermu? Hampir semua server situs yang kamu buka sehari-hari itu jalannya di Linux.

Oh, dan kalau kamu pake Android, itu Linux.

Sistem operasi bernama Linux ini, bisa kamu dapatkan dengan gratis. Jika kamu menggunakan salah satu variannya yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, yang kamu bayar adalah support dari perusahaan tersebut. Dukungan saat kamu menemui masalah atau kesulitan yang tidak kamu mengerti. Kamu tidak punya kewajiban untuk membayarnya jika kamu ingin nyupport diri kamu sendiri. Support juga bisa didapatkan secara gratis dari komunitas.

Komunitas, berperan penting dalam pengembangan sistem operasi ini. Tidak ada yang memiliki Linux, siapa saja bebas mengembangkan dan memodifikasinya, tanpa takut terkena pasal pembajakan dan semacamnya. Itulah yang disebut Free and Open Source Software, Perangkat Lunak Bebas dan Terbuka.

Itulah mengapa, kamu tidak akan bisa mengalahkan jumlah pengembangnya. Pengembang sistem operasi tertutup adalah jumlah orang dalam kantornya. Pengembang Linux? Siapa saja yang ada di lima benua. Dan karena siapa saja bisa melihat kode sumber programnya, jika ada celah keamanan atau hal yang rusak, tambalannya bisa tercipta dalam hitungan menit. Kode yang tidak bisa korang tipu-tipu e…

Bahan bakar utama komunitas yang mengembangkan sistem operasi tempat kamu menggantungkan gaya hidup moderenmu ini adalah respek, penghargaan terhadap kode etik, penghargaan terhadap janji. Duit? Itu yang kesekian. Karena itu, banyak dari orang-orang ini yang mengerjakannya bukan sebagai mata pencaharian. Mengembangkannya di waktu senggang. Mengisi waktu kosong mereka.

Yoa, gaya hidup modern kamu tergantung dari banyak orang-orang yang nggak dibayar pake duit. Bayaran mereka respek. Karena itu, bisa saja orang-orang komunitas keparat ini ngebicarain masalah Linux, yang bagi kamu adalah nasib gaya hidup modern kamu, di tempat yang jauh dari kesan penting. Sambil belanja di pasar tradisional malem-malem menjelang subuh, misalnya.

Tadi malam, saya bicara dengan salah satu teman saya. Saya anonimkan orangnya. Kamu yang mengenalnya pasti tahu bahwa dia ngoprek komputer di sebuah perusahaan yang, err… Sebut saja Zeus. Logonya mirip-mirip itu lah. Tanpa server-server di sana, jangankan situs mbahnya negara ini. Kegiatan JKT48 aja bisa bubar.

Dan seperti orang komunitas pada umumnya, yang dibicarakan adalah respek terhadap perjanjian.

Ini tentang sebuah situs, yang beralamat di ubuntu.id, yang melanggar bensin utama pengembangan salah satu varian hal yang membuat kamu bisa menikmati gaya hidup kamu sekarang. Ubuntu Linux.

Singkat cerita, saya bisa saja menunjukkan segala macam pelanggaran yang dilakukan ubuntu.id terhadap bensin keramat pengembangan Open Source ini, secara banyak banget, tapi biarlah saya fokus di satu hal.

Pihak pemilik situs ubuntu.id, memberikan informasi yang menyesatkan, seolah-olah ubuntu.id, Ubuntu Indonesia, adalah varian yang dirilis resmi oleh Ubuntu, padahal bukan. Bahkan dari namanya sendiri, itu sudah merupakan penyesatan.

You cannot use the Trademarks in software titles. If you are producing software for use with or on Ubuntu you may reference Ubuntu, but must avoid:
(i) any implication of endorsement, or
(ii) any attempt to unfairly or confusingly capitalise on the goodwill of Canonical or Ubuntu.

Anda tidak dapat menggunakan Merek Dagang di software. Jika Anda memproduksi perangkat lunak untuk digunakan dengan atau Ubuntu Anda dapat referensi Ubuntu, tetapi harus menghindari:
(i) setiap implikasi pengesahan, atau
(ii) setiap upaya untuk tidak adil atau membingungkan yang memanfaatkan niat baik dari Canonical atau Ubuntu.

Pentingkah ini? Tentu penting. Bensin utama komunitas adalah kode etik, menghargai janji, omongannya bisa dipegang. Saat itu dianggap tidak penting, saat kepercayaan tidak lagi memiliki harga, hancur sudah apa yang bisa membuat GNU/Linux bisa seperti sekarang.

Saya tahu, pihak pemilik situs ubuntu.id mengejar support professional di Indonesia buat ngebulin dapur. Tidak masalah, open source bisa dan boleh dijual supportnya. Tapi ingat, di belakang segudang kelebihan GNU/Linux, roda gigi utamanya adalah komunitas. Yang isinya adalah orang-orang yang dapurnya nggak ngebul dari situ. Yang bensinnya cuma satu. Penghargaan terhadap perjanjian.

Yuk, pihak-pihak di belakang ubuntu.id, datanglah beramai-ramai ke Indonesia Linux Conference tahun 2015 di Tegal. Saya nggak ngerti kalian bikin komunitas macam apa, tapi kayaknya kalian kurang gaul ama penggerak Free and Open Source Software beneran. 🙂

NB: Saya nggak pake Ubuntu kok. Saya pakenya Slackware.

Leave A Comment