Imbalan Mengajar Buat Saya

Spread the love

Kamu tidak sendiri. Banyak orang yang sering memandang heran saat saya mengajarkan orang dengan gratis. Mengatakan bahwa imbalan yang saya terima tidak ada.

Ada.

Biar saya ceritakan ke kamu tentang teman saya. Indrawan Azhary. Latar belakang Indra bukanlah seseorang yang mengerti komputer. Begitu tololnya dia, hingga dia menganggap bahwa keyboard USB adalah keyboard wireless. Indra belajar dari nol.

Atau teman saya yang satu lagi, Haris Ramadeni. Latar belakangnya bukanlah seseorang yang paham fotografi. Yang dia tahu hanyalah tekan tombol, lampu kamera nyala, dan foto muncul. Haris belajar dari nol.

Saya paham, keinginan Indra untuk belajar bikin situs dan keinginan Haris untuk belajar motret, suatu saat akan mereka gunakan untuk nyari duit. Komersil.

Tapi, saat mereka belajar ke saya, mereka serius meluangkan waktunya. Menyiapkan waktu yang khusus untuk itu walau hanya sebentar. Hanya beberapa jam. Dan mereka tetap mengulang kembali pelajaran itu saat saya pergi.

Teknologi sudah canggih. Saat ini, yang kamu butuhkan untuk mempelajari hingga bisa mengamalkan apa yang ingin kamu pelajari hanyalah keinginan kamu untuk belajar. Bahan pembelajaran dan alat sangatlah mudah didapat. Ya, yang kamu perlukan hanyalah kemauan yang tidak setengah-setengah.

Itulah yang dilakukan dua orang yang saya sebut di atas.

Jika saya ditanya, sudahkah saya menerima bayaran atas apa yang saya ajarkan ke mereka, saya akan menjawab pasti. Sudah.

Perasaan gembira yang saya rasakan saat mereka terlihat senang, semangat dan fokus saat saya membagikan apa yang saya ketahui tentang pengetahuan yang ingin mereka pelajari adalah bayaran yang setimpal.

Mereka menghargai pengetahuan.

Dan saat saya melihat Indra berhasil merangkai situs http://www.dancemusicisdead.com dari awal beli hosting, atau saat saya melihat foto kabut galaksi Haris yang dengan bangga dipasangnya di media sosial, mereka sudah memberikan bonus buat saya.

Perasaan gembira berkali lipat, yang mungkin tampak tolol di mata kamu.

Terima kasih, Indra. Terima kasih, Haris. Oh, dan selamat berpuasa. Teruslah belajar.

Leave A Comment