Peugeot

Spread the love

“Halof, yam, mau bicaya dengang Blek? Iya, sebental.” Ujar Ming, yang lagi ngunyah sambil ngangkat telpon. Saya nginep di rumahnya sejak malam sebelumnya, dan siangnya, saya diajak oom Andoko ketemuan. Karena status hape saya nggak jelas, waktu itu, saya ngasi nomernya Ming ke oom Andoko. Makanya oom Andoko nelponnya ke hapenya Ming.

“Nih Blek. Oom Andoko.” Ming menyerahkan hapenya ke saya.

“Ya oom? Depan? Oke oom. Siap, siap. Warna hijau ya? Oke.” Saya menyerahkan kembali hape ke Ming.

“Jadi Ming, tolong antar saya sampe depan Sunter mall ntar yah. Nanti saya dijemput oom Andoko di depan.”

“Terus mobilnya oom Andoko apaan? Udah tau?” Tanya Ming balik.

“Err… Yang saya denger di telpon sih ga jelas.” Jawab saya, kemudian menyambung. “Tapi kayaknya oom Andoko bilang Fuso warna ijo.”

“Fuso ijo? Serius?” Ujar Ming dengan mimik heran.

“Err… Yang saya denger gitu. Sudahlah, mana tau usaha keluarga Njoo emang bidang gituan. Pokoknya tinggal nunggu aja oom Andoko naik Fuso warna ijo jemput di depan mall.” Sahut saya sambil make jaket.

Maka berangkatlah saya dianter Ming naik sepeda motor ke depan Sunter mall. Menunggu Fuso warna ijo lewat buat ngejemput saya.

“Serius Fuso ijo?” Tanya Ming lagi setelah beberapa menit nunggu.

Dengan muka penuh keyakinan, saya menjawab pasti. “Yoa.”

Dan sekonyong-konyong, tiga truk gede warna ijo muncul.

“Itu kali. Mungkin oom Andoko lagi bareng sopir beserta rombongannya.” Ujar saya gembira.

Dan dengan kegembiraan yang sama, saya melambaikan tangan ke iringan truk ijo itu. Sambil tersenyum. Sopir-sopir truk itu melihat ke arah saya dengan muka aneh, namun akhirnya mereka membalas senyum dan lambaian tangan saya.

Tapi mereka sama sekali nggak berhenti. Menepi pun nggak. Langsung lolos saja.

“Euh…” Ujar saya dengan nada aneh. “Mungkin bukan yang ini. Kita tungguin lagi.”

Ming cengengesan.

Beberapa menit kemudian, sebuah mobil serupa Sedan berwarna hijau metalik gelap menghampiri kami. Sopir mobil itu menurunkan kaca. Ternyata oom Andoko, yang langsung melempar senyum ke saya dan Ming.

“Ooh! Piyujet maksudnya!” Seru saya.

“Iya, Blek. Fyuze.” Jawab oom Andoko anteng dari dalam mobil Peugeot warna hijaunya.

Damn you Frenchman. Damn you.

Leave A Comment