Sniffing Pake Hape Android Di Kos Temen

Spread the love

Pernahkah kamu berpikir bagaimana kamu bisa membaca tulisan saya ini sekarang?

Ada bermacam cara bagi kamu untuk konek ke internet, kemudian membuka Facebook, dan menemukan tulisan saya ini dan membacanya, seperti yang sekarang kamu lakukan. Salah satunya adalah dengan konek ke WiFi alias HotSpot, begitu kamu menyebutnya, melalui hape atau laptop.

Saat kamu konek ke WiFi dengan, katakanlah hape kamu misalnya, hape kamu sebenarnya mengirim dan menerima pesan, halaman situs, foto, dan sebangsanya, tidak langsung dari internet. Hapemu akan berkomunikasi dengan Access Point, nama sebenarnya dari WiFi atau HotSpot tad. Nah, si WiFi ini akan meneruskannya ke internet.

Dan kamu tidak sendirian berkomunikasi dengan si WiFi. Ada hape lain, komputer lain, dan tablet lain yang juga berkomunikasi dengan si WiFi.

Sekarang, bagaimana jika salah seorang yang konek ke WiFi yang sama dengan kamu, menyamar sebagai si WiFi?

Kamu tidak akan pernah sadar, karena meskipun sekarang hapemu berkomunikasi dengan WiFi palsu, si WiFi palsu ini tetap meneruskan pesan kamu ke WiFi asli dan sebaliknya. Bisa dibilang, si WiFi palsu ini calo.

Dan tentu, lalu-lintas data yang seharusnya hanya antara hape kamu dan si WiFi asli, kini diperantarai calo. Calo yang bisa mengetahui data-data yang lalu-lalang antara kamu dan internet. Bisa pesan, bisa gambar, bisa pula informasi untuk login sebagai dirimu di media sosial. Apapun itu, yang pasti banyak.

Orang lain menyebut rentetan kegiatan ini sebagai Active Sniffing, ARP Poisoning, dan Session Hijacking. Saya menyebutnya mancing.

Dan mancing itu menyenangkan.

Jadi, saya lagi numpang di kosan teman saya. Seorang dokter yang kalau pergi nggak pulang-pulang. Untuk menemani rasa jenuh menunggu, saya menghabiskan waktu dengan memancing. Kebetulan ada hape android KW 5 seken yang nganggur, lumayan buat dijadiin joran. Plus, di kos-kosannya si dokter, WiFinya kencang dan yang konek banyak. Ibarat empang pemancingan, WiFi kos-kosan ini Danau Toba. Danau luas nan indah di tanah kelahirannya si dokter.

Mungkin sempat terlintas di pikiranmu, mancing di sini keren dan oke. Data yang lalu-lalang harusnya sih penting-penting. Isi email mungkin, transaksi elektronik mungkin. Ya nggak? Danau Toba gituloh.

Sayangnya, Danau Toba tetaplah Danau Toba. Isinya banyakan Karper, Nila, dan Mujaer. Ratusan mega data yang lewat, isinya cuma apdetan Path dan Instagram terong-terongan sama cabe-cabean.

Ah, tapi saya udah milihin cabe-cabean yang paling oke buat kamu. Selamat menikmati.

Leave A Comment