ICrOSS 2015

Spread the love

Hai-haai! Saya lagi di Bali, tepatnya di Jimbaran.

Kalau kamu mendengar kata itu, mungkin kamu akan membayangkan Ikan Bakar Jimbaran yang terkenal itu. Saya juga. Tapi, itu hanyalah bayangan semata. Secara kondisi saya kanker tongpes bokek dalam hal keuangan, makan Ikan Bakar Jimbaran sama mustahilnya dengan nikah sama Dian Sastro.

Udah nggak kenal sama saya, si Dian udah jadi istri orang pula.

Jadi, untuk menyembuhkan perut yang meraung-raung minta diisi, saya menclok ke acara ICROSS, Indonesia Creative Open Source Software 2015. Oh, dan acara ini penuh dengan tauke dan laopan industri-industri yang bergerak di bisnis Informatika. Saya langsung merasakan secara pribadi, apa yang disebut dengan kesenjangan sosial.

Tapi bodo amat. Ini urusan perut. Dan saya yakin, dengan ilmu nyelap-nyelip dan jualan nama relasi, ga perlu ngisi buku tamu bisa dapet nasi kotak.

“Perusahaan kami menghasilkan SDM-SDM yang menguasai sistem operasi *.nix dan *.nixlike. Kami juga bisa dikatakan sebagai help desk bagi perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkan bantuan dalam menggunakan Open Source. Core business kami memang Help and Support, Farhan.” Ujar salah seorangnya, yang kemudian duduk di sebelah saya setelah berkenalan.

“Oh ya? Luar biasa, bos. Perusahaan saya sendiri bergerak di bidang penyiaran radio. Stasiun radio, tepatnya. Bersama teman-teman saya yang lain, saya juga bikin rumah produksi film pendek.” Balas saya tidak mau kalah sambil ngunyah roti dari kotak cemilan yang dibagikan.

“Jadi core business dik Farhan sebenarnya apa? Open Source in Entertainment?”

“Jatah preman. Server-server yang saya pake dapet minta.”

Leave A Comment