Tarian Bintang

Spread the love

Sains, ilmu pengetahuan, itu indah. Keindahan yang dingin, betul. Bahasalah yang bisa membuatnya hangat. Bukan fiksi.

Bacalah terus, karena saya akan menceritakan ke kamu sebuah kisah. Sebuah kisah yang sangat umum diketahui oleh orang-orang yang menyukai ilmu pengetahuan. Sebuah kisah yang terkenal. Sebuah kisah yang mungkin bisa membuatmu menyukai sains. Kisah nyata. Kisah yang bahkan sering diceritakan ulang oleh Carl Edward Sagan. Kisah tentang dua orang ilmuwan.

Newton dan Halley.

Betul. Newton yang kamu tahu hukum gravitasinya, dan Halley yang kamu tahu karena komet yang dinamakan atas namanya. Edmund Halley, dan Isaac Newton.

Yang mungkin tidak kamu tahu, adalah bahwa mereka berteman.

Kisah ini terjadi di abad ke 17, saat ilmu pengetahuan modern baru berkembang. Saat baru terjadi sebuah revolusi, bahwasannya Bumi bukanlah pusat alam semesta. Bahwasannya Bumi dan planet-planet lain bergerak mengelilingi matahari. Saat itu, penemuan yang paling baru, adalah orbit lintasan planet-planet yang mengelilingi matahari tidaklah bulat sempurna melainkan oval. Bulat telur. Semua ilmuwan yang tahu akan hal ini, bingung mengapa ini bisa terjadi. Tidak terkecuali dengan Edmund Halley, yang bergabung dalam organisasi bernama The Royal Society.

Halley kemudian menemui Newton, yang saat itu mengasingkan diri dengan penelitiannya. Saat Halley menceritakan kepada Newton tentang masalah yang ditemui mengenai orbit planet-planet tersebut yang berupa oval, tentang bagaimana tidak ada yang mampu menjelaskan kenapa hal tersebut bisa terjadi, Newton menjawab santai.

“Oh, aku memiliki perhitungan yang mampu menjelaskan kejadian itu, bertahun-tahun yang lalu.”

“Lalu mengapa tidak pernah dipublikasikan?” Tanya Halley.

Dua kendala yang dihadapi oleh Newton tentang teorinya saat itu. Biaya, dan klaim sepihak. Newton pernah dikecewakan oleh orang lain yang melakukan klaim terhadap teorinya, dan Newton kalah. Klaim yang membuat Newton sebagai penemu malah dianggap sebagai pembajak hal yang dia temukan sendiri. Itulah yang membuatnya mengasingkan diri dari komunitas peneliti.

Halley kemudian berhasil membujuk Newton, dan berjanji memperjuangkan dan mempublikasikan teori Newton lewat The Royal Society. Sepenuhnya atas nama Newton. Newton senang dan setuju. Maka, Newton mulai menuliskan teorinya. Teori gravitasi.

Sayangnya, saat semua sudah siap dipublikasikan, The Royal Society tidak mampu melakukannya. Tiga buku Newton diambang gagal terbit. Saat itu, The Royal Society sedang bangkrut total akibat gagalnya penjualan salah satu buku mereka. De Historia Piscium. The Royal Society sangat bangkrut, hingga bahkan mereka terpaksa membayar gaji Edmund Halley dengan kopian De Historia Piscium itu. Nah, kamu tahu apa yang Halley lakukan? Meski ekonominya morat-marit, Halley tidak perduli. Dia menerbitkan buku-buku berisi teori gravitasi Newton dengan biaya pribadi. Dia memperjuangkan karya Newton hingga titik penghabisan.

Itulah persahabatan.

Dan kamu, yang hidup di masa sekarang, akan dengan sangat mudah menemukan teori, perhitungan, dan segala hal tentang teori gravitasi. Kamu bahkan cukup membuka wikipedia, dan kamu akan menemukannya. Tidak akan demikian jika Halley tidak mati-matian menerbitkan seri buku Newton, Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica. Prinsip Matematika Dari Filsafat Alam.

Dan dengan bisa diaksesnya teori gravitasi Newton oleh kalangan umum, datanglah keindahan itu.

Kamu tahu komet Halley? Tentu kamu tahu. Apakah Halley orang pertama yang menemukan komet itu? Tidak.

Komet Halley telah dilihat orang jauh sebelum itu, dengan nama yang berbeda-beda. Halley, adalah orang yang menemukan bahwa komet dengan nama yang berbeda-beda itu ternyata adalah komet yang sama. Dan komet, bintang berekor, ternyata adalah benda langit yang memiliki lintasan orbit terhadap matahari. Bukan pertanda gaib, kutukan langit, atau apapun yang menjadi anggapan orang-orang kebanyakan yang bahkan melegenda. Komet adalah sesuatu yang sainstifik, yang bisa diperkirakan kedatangannya.

Tidaklah mudah untuk meneliti benda langit seperti komet di zaman itu. Yang Halley miliki hanyalah cerita dan kesaksian dari orang-orang sebelum mereka. Legenda-legenda yang ditulis di perkamen tua. Tentang bagaimana, di bagian langit mana, dan kapan komet itu terlihat. Bayangkan, mencari tahu tentang sebuah benda langit lewat cerita-cerita seperti ini.

“Pada tanggal sekian bulan sekian jam sekian, bintang berekor itu terlihat di ujung timur atap rumah saya.”

atau seperti ini.

“Pada masa pemerintahan raja tersebut, sang iblis melintas tepat di bawah sang malaikat bersayap sembilan.”

Bisakah kamu membayangkan, menarik kesimpulan ilmiah tentang sebuah benda yang bisa terlihat hanya sekali setiap puluhan tahun, hanya lewat cerita-cerita seperti itu, yang melegenda di seluruh penjuru dunia? Itulah yang dilakukan Halley di zaman itu.

Halley mengumpulkan semua cerita-cerita tentang komet yang bisa dia dapatkan, menganalisanya, dan menemukan bahwa komet tersebut ternyata bisa terlihat setiap 76 tahun sekali, kemudian dia meramalkan tentang kedatangan komet tersebut berikutnya lima puluh tahun kemudian, dengan tepat. Termasuk hari, jam, dan di bagian langit mana dan ke arah mana komet tersebut melintas, dengan sangat akurat.

Bagaimana dia bisa melakukan semua itu? Dengan teori gravitasi Newton.

Dan dengan adanya teori gravitasi milik Newton tersebut, ilmuwan di zaman sekarang, bisa memperkirakan dengan percaya diri, bahwasannya beberapa milyar tahun dari sekarang, galaksi tempat kita tinggal sekarang, Bima Sakti, akan menyatu dengan galaksi tetangganya. Andromeda. Dua galaksi bertabrakan dan menyatu, tapi tidak akan ada bencana yang terjadi. Kenapa? Karena jarak antara bintang-bintang pada masing-masing galaksi cukup jauh jika dibandingkan dengan ukurannya untuk mencegah terjadinya benturan antar bintang dan planet. Maka, siapapun yang hidup di zaman saat itu terjadi, akan melihat keindahan alam yang sangat spektakuler.

Kamu dan saya tidak akan hidup di masa itu. Tapi, dengan adanya teori gravitasi Newton, kamu bisa menyaksikan video bagaimana itu akan terjadi nantinya, dari sekarang. Kamu bisa dengan mudah menemukannya di Youtube. Ya, kamu bisa melihat tarian dari trilyunan bintang dua galaksi, yang merayakan satu hal yang pasti.

Tarian yang merayakan seseorang, yang memiliki teman sejati.

—-

Teruntuk guru matematika dan guru bahasa Indonesia saya waktu SMA, dua orang guru saya, yang percaya bahwa saya tetaplah siswa yang layak diperjuangkan. Ibu Indra dan Ibu Titiek.
Maaf, anak didikmu yang nggak tamat SMA ini masih jomblo sampai sekarang. Mungkin karena masih keseringan mandang bintang.

Putnot: Gambar diambil pas ngasi tau om Mukhlis Kedai cara ngambil gambar kabut galaksi ga pake ngedit. Penuh kenangan. :))

Leave A Comment