Pesawat Tempur Lewat

Spread the love

“VRRRROOOOOOAAAARRRRR!!!”

Gelegar suara mesin jet membelah langit biru di atas Dompu yang damai, pagi menjelang siang itu.

Kepala seksi terlonjak, kasubdin nyembur kopi, dan semua pegawai langsung menyeruak ke halaman kantor. Memandang dua pesawat tempur yang terbang cukup rendah sehingga saat mereka melakukan manuver, pilot di kokpitnya masih bisa terlihat dengan jelas. Setelah berputar dua kali, keduanya menderu ke arah utara.

Kecuali saya, tentunya yang sedang menjaga kondisi tubuh agar tetap fit, dengan tidur di atas meja saat jam kerja, saat suara itu terdengar. Saya terbangun, kriyep-kriyep males, berjalan, dan bergabung dengan mereka yang ada di luar.

“Australi berani menyerang kita?!” Seru pak Muhidin berang. Tampaknya ilmu kanuragan beliau amatlah mumpuni. Dengan golok yang digenggamnya, yang kemarin digunakan untuk membelah kelapa di kantor, pastilah beliau mampu mengejar pesawat jet tempur tersebut untuk menebas kepala pilotnya dengan ilmu ringan tubuh.

“Di mana bangunan yang runtuh?” Tanya Supriyadin dengan muka bingung sambil ngebenerin resleting. Sepertinya dia tengah mendisposisikan dirinya ke WC saat dua pesawat tadi lewat, memaksanya untuk segera dinas luar.

“Mengerikan sekali!” Ibu Min yang berbicara, sambil memandang jejak awan pesawat yang masih jelas terlihat di langit.

“Ada yang lebih mengerikan.” Kata Galih dengan suara dan muka yang datar. “Atasan yang ngabisin benwit internet kantor buat ngedonlot pas jam kerja…”

Semua hening.

Leave A Comment