If Then Else

Spread the love

Sunyi, tidak ada nyamuk, udaranya sejuk, tapi tetap saja saya terbangun tengah malam. Bukan salah kebunnya Ukang, tempat saya tidur malam itu. Sering kali jika tidur malam hari, saya terbangun dengan mata yang sembab, walaupun acap kali saya tidak ingat sama sekali apa yang saya mimpikan. Apakah air mata sedih atau haru, saya tidak tahu. Setelah itu, saya akan sulit tidur sampai subuh. Kalau di Dompu, saya akan menghabiskan waktu memandang langit yang bertaburan bintang. Di tempat lain? Entahlah.

“De Paan, ti maru ita re? Nggak tidur?” Tanya Ukang yang tidur di depan, di gazebo, bale-bale. Rupanya dia mendengar saya yang terbangun, dan ikut terbangun. Suaranya saja. Tubuhnya yang bulat keras masih meringkuk nyaman dalam pelukan kantung tidur. Saya melangkah ke arahnya, dan duduk di sampingnya. Menyalakan sebatang rokok kretek Sampoerna, bekal dari bapaknya Ukang untuk jaga kebun yang diberikannya saat kami bertolak dari rumah Ukang beberapa jam sebelumnya.

“Au da loa kai maru? Kenapa nggak bisa tidur?” Tanyanya lagi, masih sambil meringkuk, tidur-tidur ayam.

“Hati saya sakit.” Jawab saya. “Sakit gimana?” Balasnya.

“Nata ade ku. Perih hati ini.” Ujar saya, menjawab sekenanya. Yang kembali dibalasnya sambil kriyep-kriyep malas antara sadar dan tidak.

“Perih gimana?”

“Wara karonga dei ade ku. Ada lubang di hati ini.”

“Lubangnya kenapa?”

Saya menghela napas. Pertanyaan kenapa dan gimana ini pastinya akan terus ditanyakan. Saya bingung menjelaskan. Dia sadar nggak, tidur juga nggak. Dengan statusnya si Ukang sebagai heker terbaik Dompu, pastinya pertanyaannya dia ini adalah loop script dengan fitur auto-reply pake string if, then, dan else.

“Karonga ade ke, losa raa na. De kani ku raa re di gamba kai sarome di pahu, kone asa ma wati. Lubang di hati ini meneteskan darah. Saya ambil darahnya, dan saya gunakan untuk menggambar senyum di wajah saya, meski bibir saya tidak tersenyum.” Balas saya panjang lebar.

“Dei ede ne… Perkataan yang dalam…” katanya, yang sedetik kemudian disambung dengan “Groookkkk… Zzzzz… Groookkkk…”

Saya berhasil nge-invoke else.

Leave A Comment