Mungkin Salah Satu Penyebab Kenapa Cina Dimusuhi

Spread the love

Sepertinya kapasitas saya cukup untuk ngomongin ini. Biar saya jelaskan kenapa. Sebelumnya, lupakan saja sejarah pra kemerdekaan sampai G30S. Itu sudah tidak relevan. Cukup lihat kondisi yang sekarang.

Ini dikarenakan, selama seseorang yang lahir di Indonesia, besar di Indonesia, kemudian mencari makan di Indonesia, mengaku Cina.

Cina itu nama negara.

Problem ini, terjadi karena orang-orang yang mengaku Cina ini tidak punya tanah adat di Indonesia. Nah, praktis, orang-orang yang mengaku Cina seharusnya bertingkah laku sebagai tamu jika dia tetap ingin mengaku Cina kemudian tinggal di Indonesia. Nyatanya tidak, bukan.

Berikutnya, orang-orang yang mengaku Cina ini, mayoritas adalah orang yang tidak paham budaya negara Cina, kesenian negara Cina, bahkan tidak bisa satupun rumpun bahasa Sino-Tibetan. Orang-orang ini bisa dikatakan weebo, atau alay. Cuma ikut-ikutan. Siapapun, bakalan eneg sama yang kayak gituan.

Terkait masalah serumpun, heck, dari asia timur sampai asia tenggara itu serumpun, baik secara biologis maupun sosial. Kenapa? Secara biologis, proto-malayan yang bejibun di Indonesia ini mongoloid. Nggak usah jauh-jauh. Tongkrongin aja bocah bayi anak melayu, jawa, sunda, apalah yang gembar-gembor pribumi itu. Kulit mereka sama kuningnya dengan orang-orang yang nyebut dirinya Cina. Kenapa jadi gelap? Karena ini negara tropis. Kalau mereka sudah bisa jalan dan keluyuran ya gosong lah. Secara sosial? Heck, yang paling gampang itu bahasa Indonesia. Coba lihat, isinya unsur serapan dari bahasa Hokkian bujubuset banyaknya. Termasuk loteng rumahmu, termasuk bakso yang kamu makan. Bukan, ini bukan masalah serumpun atau tidak. Ini masalah perilaku. Attitude, bahasa Inggrisnya.

Jadi, bagi kamu-kamu yang merasa “ketiban sial” tinggal di Indonesia tapi punya nama tiga huruf, dengarkan saya. Berhentilah jadi orang yang setengah-setengah.

Kalau kamu mau mengaku Cina, jadilah Cina yang kaffah, yang sungguh-sungguh. Pahami adat negaramu, dan berlakulah sebagai tamu di negara orang. Belajarlah dari Haruka Nakagawa. Kurang kaffah apa dia sebagai orang Jepang? Tapi itu yang membuat dia mendapat tempat di hati orang Indonesia.

Atau, jadilah orang Indonesia yang sungguh-sungguh. Jadilah PNS atau tentara kalau perlu. Tidak usah repot-repot buka pasal 26 UUD 1945. Buka dompetmu dan lihat, ada KTP di dalamnya? Itu sudah cukup untuk membuatmu tahu kamu orang negara mana dan apa bangsamu. Merutuklah saat seseorang berkata kamu Cina, karena itu bukan negaramu. Di kota apa, kabupaten apa, propinsi apa kamu lahir? Itu asalmu.

Mai auban lu ya, cia pa sio eng.

Ttd,
orang Dompu, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Leave A Comment