Win 100 Plat Merah

Spread the love

Dulu, ada seorang anak. Hampir setiap pagi, dia diantar ke sekolah oleh bapaknya, yang sekaligus berangkat kerja, dengan menggunakan sepeda motor plat merah. Suatu hari, dalam perjalanan menuju sekolahnya, dia bertanya.

“Kapan kita punya mobil pribadi?”

Bapaknya menjawab, “Tahu arti kata abdi negara? Abdi itu pelayan, hamba. Sama seperti abdi dalem di keraton. Pernah lihat pelayan yang hidup mewah? Secara teori saja, itu tidak mungkin.”

“Lalu untungnya apa?” Kembali si anak bertanya, merasa bingung akan sebuah pekerjaan yang dirasanya sia-sia.

Sambil mengocok gas sehingga motor menggerung halus, bapaknya menjawab santai. “Abdi yang setia akan selalu dipelihara dan dirawat, diberi kehidupan oleh tuannya. Dan bertuankan negara, adalah kehormatan yang tidak terhingga.”

Si anak, yang duduk di belakang membonceng bapaknya sambil mendekap bekal makanan yang dibungkus oleh ibunya dari rumah, merasa perkataan itu keren. Keren sekali. Hingga berbinar-binar matanya.

Sekarang, bapak anak tersebut sudah pensiun. Pensiun dengan pangkat Pembina Utama Muda, golongan IVC, setelah sempat menjabat sebagai kepala Kantor Penghubung Provinsi dan kepala Samsat. Hingga pensiunnya, dia masih tidak memiliki mobil pribadi.

Dan dia tertawa kecil saat melihat anaknya yang dulu diboncengnya berangkat dari rumah dengan Honda Win100 plat merah.

Leave A Comment