Komunitas Dalam Pandangan Saya

Spread the love

Saya bukan orang yang asal masuk komunitas dengan alasan klise macam nyari kontak, ngumpulin pengalaman, dan semacamnya. Saya tidak perlu mencari kontak, karena saya tidak perlu menawarkan diri selama masih dibutuhkan. Pengalaman kerja? Portfolio? Riwayat hidup? Saya selalu merasa malu menulis daftar apa yang pernah saya lakukan selama orang lebih percaya apa yang dikatakan oleh orang lain ketimbang apa yang dikatakan oleh diri sendiri.

Komunitas, perkumpulan, grup, apapun itu, bagi saya adalah jati diri yang saya bawa sampai mati. Betul, kalian akan dengan sangat gampang mendapatkan bantuan dari saya dengan segenap pikiran dan tenaga, tapi saya tidak akan dengan mudah bisa kamu jadikan bagian dari komunitas kalian.

Karena saat saya masuk ke sebuah komunitas, perkumpulan, grup, apapun itu, saya tidak akan keluar lagi, dan sedapat mungkin membuatnya tetap hidup. Saya akan teramat sedih saat bagian hidup saya mati dan menghilang. Walau mungkin, hanya saya satu-satunya nanti, orang yang masih mengenakan atribut komunitas, perkumpulan, grup, atau apapun itu, dengan rasa bangga.

Dan kemudian kalian akan menertawakan saya, mengejek dengan kata yang entah kenapa populer belakangan ini, bahwa saya sulit move-on.

Oh, itu normal. Spesies kalian adalah spesies yang menggunakan kata anjing untuk menghina sesama kalian, sedangkan itu adalah hewan yang setia.

Kebanyakan dari kalian memang tidak suka akan hal itu, bukan? Karena kata cinta adalah sesuatu yang begitu mudah kebanyakan dari kalian keluarkan.

Leave A Comment