Yak Semua!

Spread the love

Kalau deket-deket Idul Fitri, saya selalu teringat Idul Fitri di Dompu, beberapa tahun lalu. Suasana akrab, kemeriahan, persaudaraan dan sebagainya? Ah, itu basi. Bukan Dompu kalau levelnya cuma gituan doang.

Saya pernah menceritakan ini di id-gmail, milis orang-orang yang udah nggak tau mau ngapain di internet. Tapi, sepertinya oke juga kalau dibagi di sini.

Jadi, ini kisah saat saya kongkow-kongkow cengo di tempat solat Idul Fitri orang satu kota Dompu. Lapangan Beringin, yang satu kompleks dengan kantor dan rumah dinas Bupati itu. Satu kota Dompu, cewek-cowok, tua-muda, kalau solat berjamaah ke sana semua. Tumplek penuh, sampai melipir ke jalan raya, taman, bahkan masuk ke gang-gang perumahan sekitar. Mereka semua akan terlihat utuh, bergerak seragam dan serempak, dengan dipimpin seorang imam.

Tau flux tube medan magnet Jupiter dengan salah satu bulan miliknya, Io? Nah, kabarnya, di sana itulah petir terbesar di tata surya terjadi. Suara petir itu pasti keren kalau bisa didengar, bukan? Nah, berhubung saya kayaknya nggak bisa ke Jupiter dalam waktu dekat, hiburan saya adalah mendengar suara orang-orang mengucapkan “amin” secara serempak kompak bebarengan setelah imam selesai membaca surah Al-Fatihah. Koornya itu, dan gedenya itu, memang keren sekali.

Nah, orang-orang yang ngucapin “amin” ini, nadanya macam-macam. Ada yang bisik-bisik, malu-malu lolipop, robotic tone, mengalun syahdu, sampe scream ala death metal. Dan dengan satu isi kota tumpah ruah solat berjamaah di satu tempat, perpaduannya itu sangat menarik sekali, menghasilkan nada yang cuma bisa didengarkan pada dua kesempatan dalam setahun. Idul Adha dan Idul Fitri. Maklum, yang punya suara dominan sepanjang acara cuma imam doang. Yang lain hanya boleh ngucapin “amin” yang selesai bacaan Al-Fatihah itu. Nah, kontras antara suara imam yang cuma sendirian dilibas ama suara “amin” makmum-makmumnya itu yang bikin greget. Dari senyap ke membahana.

Maka di sanalah saya waktu itu, nyempil di kerumunan orang satu Dompu yang solat Idul Fitri. Sunyi, senyap, hanya ada suara imam yang baca fatehah. “Gairil magadu bi alaihim, waladdoaalllinnn…”

Mendadak ada yang teriak dari barisan samping depan saya, dengan nada seperti orang yang lagi konser. “Yak semua…!”

“Aaaaaaaaamiiiiiin…”

Leave A Comment