Pilpres 2014

Spread the love

Saya tidak pernah memilih presiden negara ini sebelumnya, dan untuk kali inipun, jauh hari saya sudah berencana untuk tidak memilih.

Saya sudah melihat argumen dua pendukung dari dua kubu. Saya maklum, mereka-mereka yang berkoar tentang pelanggaran HAM tentu tidak benar-benar giat dalam mencari tahu sejarah. Saya juga sudah tertawa, melihat isu keturunan Cina yang begitu aneh, hingga marga anak, bapak, dan kakeknya secara ajaib bisa tidak sama.

Kebanyakan pendukung kedua pasangan capres dan cawapres, jauh lebih mengecewakan. Bukan karena mereka tidak tahu. Saya kecewa karena mereka tidak mau tahu. Dan pongahlah masing-masing dari mereka setelah itu.

Saya malas menjadi bagian dari orang-orang tersebut jika saya memberikan suara saya. Saya sudah benar-benar yakin untuk tidak memilih.

Tetapi kemudian saya melihat ibu saya. Entah mengapa, ibu saya begitu bahagia dan bersemangat setiap kali lagu kampanye salah satu pasangan dikumandangkan di TV. Dengan setengah bercanda, sambil tertawa bapak saya mengatakan bahwa tensi ibu saya stabil setiap mendengarkannya.

Jadi saya akan ke TPS hari ini. Saya akan memilih, membayar rasa terima kasih saya ke pasangan capres dan cawapres yang sudah membuat ibu dan bapak saya merasa senang.

Dan jika terpilih, semoga mereka bisa tetap membuat ibu dan bapak saya senang.

Leave A Comment