Behind The Wall Of Hacker’s Heart

Spread the love

Ah, kamu jijik melihat manusia busuk yang menghabiskan waktunya mengetik sambil menatap papan gelap segi empat yang penuh dengan huruf-huruf aneh di layarnya itu? Yang duduk di sudut ruangan, sendirian? Yang kadang bergumam, menatap ke atas sebentar, kemudian fokusnya pindah kembali ke layar yang ditatapnya sedari pagi? Kaku, dingin, tidak kenal cinta, pikirmu. Yang melahirkan opini berikutnya yang berkisah di seputar betapa tidak romantisnya dia, betapa dia tidak mengerti keindahan, betapa dia gagal sebagai manusia.

Tidak. Mereka hanya gagap menerjemahkannya ke bahasa sehari-hari. Jika kamu mengerti apa yang mereka katakan, mungkin kamu akan menangis terharu melihat untaian isi hati mereka, yang sampainya hanya terhalang bahasa.

Seseorang yang benar-benar menggeluti dunia komputer, adalah ilmuwan. Scientist. Seorang ilmuwan, haruslah memiliki logika berpikir yang bagus. Kamu tahu seni? Seni, adalah keindahan yang didapat jika ditemukan keseragaman dari sebuah pola yang acak. Finding harmony in chaos, bahasa linggisnya.

Sebagai contoh, jika kamu menumpahkan macam-macam warna pada lantai, kamu akan bisa menemukan bahwa ada bagian yang indah dan tidak. Jika kamu menemukan bagian itu, kemudian memisahkannya dari bagian yang tidak indah, itulah cita rasa seni.

Musik, lukisan, patung, puisi, apapun hasil seni, diciptakan dengan proses pemisahan yang saya sebutkan di atas. Untuk melakukannya, diperlukan alur logika yang baik. Sesuatu yang pasti dimiliki oleh ilmuwan. Termasuk tentunya, ilmuwan komputer. Kata-kata yang mereka ucapkan, bisa jadi adalah puisi-puisi indah yang mampu meneteskan air mata. Ungkapan hati mereka, yang ditujukan ke kamu. Akan saya contohkan beberapa.

“K… Kalau kamu mau login root saya, passwordnya nama kamu.”
Penjelasan:
Root, adalah akun pengguna yang memiliki tingkat hirearki paling tinggi dalam sistem operasi Unix dan Unix-like. Sistem operasi yang paling umum digunakan oleh orang-orang tersebut. Dengan masuk ke komputer sebagai root, seseorang bisa mengubah kerja sistem, bahkan menghapus keseluruhan isi komputer. Itulah mengapa bahkan pemilik komputer tidak masuk sebagai root, tetapi sebagai pengguna biasa, dan hanya menggunakan akun root saat benar-benar butuh. Saat ada yang mengatakan hal tersebut ke kamu, sebenarnya yang ingin dia katakan adalah:
“Telah kuukir dirimu sebagai satu-satunya kunci bagi jiwaku, yang darinya langkahku, tangis dan senyumku.”

“P… Pas kamu nelpon, kernelnya crash…”
Penjelasan:
Kernel, adalah inti dari sebuah sistem operasi. Kernellah yang berkomunikasi langsung dengan mesinmu saat komputer berjalan. Kernel yang menerjemahkan bagaimana saat kamu menekan sebuah tombol keyboard maka apa yang ditampilkan di layar berubah. Atau saat kamu nge-klik eject dengan mouse, CD drive kamu keluar. Bahkan, saat mematikan komputer dengan shutdown, kernel yang bekerja. Kernel yang mengatur segala gerak-gerik komputer. Saat ada yang mengatakan hal tersebut ke kamu, sebenarnya yang ingin dia katakan adalah:
“Hanya mendengar merdu suaramu saja, niscaya jantungku berdegup kencang hingga salah tingkahku semua.”

Selain dua yang saya sebutkan di atas, tentu masih ragam sekali jenisnya. Ah, tetapi, itu masih berupa vokal. Berupa bahasa mulut. Kamu mungkin akan dengan mudah menangkap makna yang ingin dia sampaikan, walaupun banyak yang bilang, mungkin dia cuma gagap.

Hal ini akan berubah total jika ungkapan hati yang ingin dia sampaikan adalah melalui tulisan. Beda dengan vokal, tulisan lebih mudah untuk dinaikkan level indahnya. Ini dikarenakan, pembaca sebuah tulisan, akan mudah mengulang-ulang tulisan yang dibaca sampai paham. Tapi tentu, kamu harus tetap ngerti dan biasa dulu dengan bahasanya. Kalau tidak, yaa… Kamu akan pusing. Saya akan memberikanmu sebuah contoh.

bash-4.1# find /var/cache -name “*.indah” | grep kamu && apm -s

Dari bash-4.1#, kamu bisa melihat bahwa penulis tengah login sebagai root, user paling tinggi di komputer bersisitem operasi *nix atau *nixlike apapun yang saat itu dia jalankan. Ah, iya, saya ngaku. Saya yang nulis itu. Pas saya nulis itu, saya pake GNU/Linux Slackware. Saat ini, orang-orang yang pake GNU/Linux pasti ngejek saya dengan mengatakan saya terlindas zaman…

Nah, find, adalah perintah untuk mencari. /var/cache adalah lokasi tempat cache disimpan. Tahukah kamu apa itu cache? Cache, adalah berkas-berkas penting yang tersisa dari sebuah aplikasi yang pernah atau sedang dijalankan. Dengan ditambahkan opsi -name “*.indah* berarti carilah berkas apapun di /var/cache yang namanya berakhiran .indah.

Mari kita pindah ke tanda |. Tanda ini disebut pipa. Pipa, digunakan jika dua aplikasi atau lebih dijalankan dengan satu perintah. Pipa, berarti hasil dari aplikasi pertama, dijalankan oleh aplikasi kedua. Paham? Aplikasi pertama adalah find, aplikasi kedua adalah grep. Grep sendiri, adalah aplikasi yang bekerja untuk menyortir. Jadi, | grep kamu, berarti dari semua berkas-berkas berakhiran .indah yang ditemukan oleh aplikasi find, grep akan menyortirnya dan menampilkan hanya yang memiliki “kamu” di dalamnya.

Lalu, && apm -s. Aplikasinya adalah apm -s, yaitu aplikasi yang membuat komputer bisa masuk dalam mode sleep atau hibernate, alias tidur, alias istirahat, yang buat ngehemat batere itu loh, kalau kamu pake laptop. Nah, &&, sama seperti | alias pipa, digunakan jika dua atau lebih aplikasi dijalankan dengan satu perintah juga.

Perbedaannya, && tidak menghubungkan hasil dari aplikasi. && berarti menjalankan dua atau lebih aplikasi secara berurut, dan jika aplikasi pertama gagal berjalan, aplikasi berikutnya tidak dijalankan. Jadi, kalau find dan grep gagal, apm -s tidak akan dieksekusi. Oke?

Nah, saat ada yang menuliskan hal tersebut ke kamu, sebenarnya yang ingin disampaikan adalah:
“Telah kutelusuri semua kenangan indahku untuk menemukanmu di sana, barulah bisa diri ini terlelap dalam mimpi.”

Oh, kamu merasa ini semua hanyalah karangan saya? Baik. Temui Febrian Anugrah Sakti Rendak. Admin #4 dompu.info, yang beberapa hari yang lalu, baru saja menulis dua sajak yang indah diatas sebuah bidang hitam, yang membuat siapapun yang mengerti, akan tersenyum sambil meneteskan air mata haru…

Berikut adalah suara hatinya yang pertama, yang divisualisasikan oleh dua buah program, eneng.rb dan abang.rb. Mari kita telaah isi abang.rb dan eneng.rb.

abang.rb
——–
class HatiAbang < ActiveRecord::Base
belongs_to :eneng, class_name: "CintaEneng"
end

eneng.rb
——–
class CintaEneng /home/abang

Sekilas kamu akan menganggap bahwa ini cuma eneng ada di abang dan semacamnya. Tidak, tidak, ini lebih dari itu. Bahkan, yang satu ini benar-benar penuh dengan haru biru. Lihat, ada root di sana. Lihat, eneng ada di folder /dev, sedangkan abang di /home. Ini, ah… Saya… Bahkan perasaan saya kembali terenyuh membaca ini. Sebenarnya, yang ingin disampaikan adalah:

“Neng, abang tau yang memiliki eneng sekarang seseorang yang lebih berkuasa dari abang. Jauh melebihi, jauh sekali, jika dibandingkan dengan abang yang… Ah, siapalah abang ini. Hanya orang biasa, yang tidak ada apa-apanya. Tapi neng, abang cuma mau bilang, bahwa di setiap keseharian abang, di setiap langkah abang, di sepanjang pagi dan petang, bagi abang eneng selalu ada di sana…”

Furkan Samadha, admin #1 dompu.info memiliki kalimat andalan. Ketika rasa tak dapat diungkap dengan kata. Jadi, hei, kamu. Ya, Kamu. Mengertikah kamu sekarang? Mengertikah? Tidak. Kamu tidak mengerti. Kamu tidak akan pernah mengerti…

bash-4.1$ while :; do echo ‘ kamu…’; sleep 1; done & echo ‘Yang jelas, dalam setiap hariku, selalu dan hanya ada’

Leave A Comment