Mau Pake Linux Atau Tidak Itu Mental Orangnya Aja

Spread the love

Ada alasan kenapa saya tidak aktif mengkampanyekan GNU/Linux di Indonesia. Saya jenuh dengan gaya omongan orang-orang yang pernah saya temui.

Kata-kata yang biasa dikeluarkan oleh kebanyakan orang saat dikenalkan dengan GNU/Linux, adalah “Fitur A masih perlu ditingkatkan lagi” atau “Fitur B dan C masih belum cukup hebat dibanding di W” dan sejenisnya, dengan gaya seolah-olah dia telah membangun alat tempur sekelas Death Star di Star Wars. Nyatanya, dari yang saya lihat, hampir semuanya sama sekali tidak menggunakan fitur-fitur, yang katanya perlu “ditingkatkan” atau “belum cukup”, tersebut. Bahkan, pada sebagian besar lainnya, hasil karya atau kerja mereka dengan sistem operasi yang dia gunakan saat itu, jauh dari kata cukup.

Ada dua hal yang biasanya menyebabkan perkataan tersebut keluar dari orang-orang macam itu.

Ingin terlihat jago komputer, atau malas tapi nggak mau ngaku.

Bahkan, mereka yang ingin terlihat jago, akan mulai membanding-bandingkan bahwa di sistem operasi mereka tinggal klik ini, terus begini, terus begitu, dan di GNU/Linux, hal tersebut tidak bisa dilakukan. Benarkah? Seolah-olah dia sudah make GNU/Linux satu dasawarsa. Padahal, hal tersebut bisa dilakukan, tentu dengan cara yang tidak sama jika dilakukan di GNU/Linux. Banyak bahkan, yang jauh lebih mudah.

Seandainya banyak manusia yang jujur dan mengakui kelemahannya, tentu akan lebih enak, bukan? Tapi tidak. Begitulah mayoritas manusia. Jadi, buat anda-anda yang saat ini masih pake GNU/Linux, tinggalkan saja orang-orang itu dengan seabrek masalah di sistem operasi mereka. Saat mereka susah sendiri di depan komputer, anda yang aman dan nyante-nyante aja dengan komputer GNU/Linux anda bisa bersantai-santai di pulau Burung Loe, Sinjai, dalam acara kumpul-kumpul ILC 2014 tahun ini.

Leave A Comment