Ngurut Kabel Yang Menyengsarakan

Spread the love

Apa yang paling capek bin ribet di urusan motor? Bongkar bak? Stel karbu? Oversize blok? Ah, cemen itu mah. Anda belum ngerasain gregetnya ngurusin motor kalau belum pernah nyobain kerjaan yang satu ini. Di Dompu, namanya ngecek stroom, serapan, dari bahasa Belandanya listrik. Ngurut kabel, begitu mekanik di Jakarta menyebutnya. Itu karena anda akan menghabiskan waktu dan tenaga, dari kisaran jam menjadi hari bahkan minggu, hanya untuk menjadi tukang urut dan pijat tunanetra dari beragam kabel yang nempel di motor anda.

Sepeda motor, bisa berjalan karena ledakan pada ruang bakar yang mendorong piston, karena dibakar oleh pijaran yang dihasilkan oleh busi. Pijaran itu disebabkan listrik yang berasal dari generator listrik, biasa disebut magnet, yang ada di samping kiri bak mesin. Listrik yang dihasilkan oleh magnet inilah yang membuat busi bisa nyala, lampu bisa nyala, klakson bisa nyala, kunci kontak bisa dipake buat matiin motor, dan tahukan anda? Dari kabel yang keluar dari generator itu, cabangnya naujubileminjalik lebih banyak dari nge-trace silsilah-silsilah keturunan habib. Belum lagi kalau motor anda itu warisan pnsyangtidakbertanggungjawab seperti Win100 saya, yang mana udah keluar bengkel ngasal, dan warna di kabel bodi itu udah kayak pelangi. Masuknya ijo keluarnya merah, satu masuk cabangnya tiga, dan sebagainya. Masih ditambah tegangan yang beda tiap kabel, jenis arus ada yang searah dan bolak-balik, plus saklar yang lebih banyak dari cewek yang ada di komik Love Hina. Itulah mengapa, tiap anda masuk ke bengkel di Jakarta siang hari panas dan bertanya: “Bang, bisa ngurut kabel?”

Anda sangat beruntung kalau tidak digampar.

Alkisah, sebulan silam, Win100 saya, si Toothless, saya preteli karena mau masang panel lampu di stang yang baru karena panel lama saya rontok setengah tahun lalu saat bersama Boe mendaki “Setetes Embun Yang Jatuh Dari Pangkuan Haji Yasin.” Plus, sein dan rem juga ga nyala lampunya. Tetapi, mendadak saya harus ke Jakarta, ngurusin motor kawan di sana, si Hendrik. Jadi, Toothless saya tinggal dalam keadaan awut-awutan.

Yoa, motornya Hendrik stangnya diganti, panelnya juga semua, lampunya juga. Ngurut kabel kan? Di siang hari yang panas di Jakarta, dan setelah anda baru setengah ngurut kabel, ada yang sms minta dijemput pake motornya itu bener-bener bikin saya mau SmackDown mas-mas random yang lewat di bengkel tempat saya minjem alat.

Tapi untunglah, tentunya kerjaan ngurut kabel motor si Hendrik kelar flawless, panel stang baru, lengkap dengan saklar dim milik New RX-King sukses masuk ke CB plus jalan semua sampe buat lampu halogennya itu kebanggaan tersendiri. Seolah naik ke puncak Jayawijaya, lepas baju celana, terus teriak: “Bukan gunung yang kutaklukkan, tapi dirimu di hatiku!” Makanya, eike bisa motoran ke Aceh sambil sial-siul bok~

Balik dari Aceh, saya ketemuan sama Hendrik, dijemput di bawah flyover Pancoran, nongkrong di Shell, dan saat mau cabut, itu motor ga bisa nyala, KAMPRET!

Saya kembali ngurut kabel.

Kebanyakan ngurut kabel orang membuat ingatan saya tentang kabel si Toothless, baik warna, tegangan, jalur, dan sebagainya buruk banget. Sekarang saya di Dompu. Besok, kawan saya yang mau jalan-jalan di Dompu bakal nyampe di Bandara Bima. Hari ini, dari jam 2 siang saya ngurut kabel si Toothless, dan belum bener-bener. Fakfakfakfakfakfakfakfakfak!!!

Besok saya naik bus saja…

Leave A Comment