Hujan Di Malam Minggu

Spread the love

Hujan di malam minggu…
Aku tak datang padamu.
Bukan aku tak mau, sayang…
Hujan, di malam minggu…

Itulah sepenggal lirik lagu yang pernah dinyanyikan oleh segerombolan penyanyi MSC Group. Iis Dahlia, Evi Tamala, Yusnia, Mega Mustika, Imam S.Arifin, Johny Iskandar, Ona Sutra, dan beberapa yang saya tidak ingat. Entah kenapa saya jadi iseng nulis ini. Mungkin keracunan nostalgila muter lagu ini semalaman sambil ngebatuin diri depan laptop nyari jalan masuk www.pn-ra.. Ah sudahlah…

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=rZLCr9NkHpM]

Lagu yang digarap sama Wildan Nasution ini indah. Suwer. Asik secara melodi, mengena secara syair, dan khas lagu awal 90an. Liriknya apa adanya. Tidak ada kiasan, tidak ada kata-kata yang berlebihan, dan tidak lupa, beberapa bagian kuat dari lagu ini bersajak AB-AB.

Tanjung katung airnya biru,
Pantai cermin indah lautnya…
Terkatung-katung, men unggu-nunggu,
Aku bercermin, untuk siapa?

Cerita yang sederhana. Seorang (oke, di video klipnya sekampung 😛 ) yang dikecawakan karena seseorang yang ditunggunya tidak kunjung tiba. Kenapa? Katanya karna hujan! Klasik, ngeles, dan pastinya anda sering mengalaminya. Intinya, lagu ini mengatakan, “Kamu niat nggak sih?”.
Dan jika bicara tentang kepentingan sebuah niat, ITU GUE BANGET U NO LAAA

Itulah hebatnya Wildan Nasution, dengan tema yang sesederhana itu, dia bisa mengemasnya menjadi sebuah karya seni yang indah. Begitu legendarisnya, hingga acara KDIpun tidak akan afdol jika tidak mengaransemen ulang lagu ini di final.

Mudah untuk mengetahui sebuah lagu itu betul-betul kuat atau tidak. Jika dia kuat, dia tidak perlu video klip yang neko-neko. Hujan di malam minggu sendiri adalah video klip paling wagu yang pernah saya lihat, bahkan dulu. Shootingnya cuma di padang rumput, hujan buatannya wagu, kontras dengan langitnya yang cerah, dan itu penyanyinya cuma jalan kiri kanan maju kedepan pantang mundur, dan tertawa-tawa. :mrgreen:
Lebih seperti pamer penyanyi ketimbang menceritakan lagu.

Tapi give no shitlaa. Hujan di malam minggu mampu memberikan nuansa khas lagu Ona Sutra (minus olah raga – jika anda paham maksud saya…), dimana gaya rock sering disisipkan secara mendadak dan disambung dengan nuansa dangdut yang khas. Anda bisa menemukan ini di melodi awal, tengah, dan ending lagu. Bahkan jika anda memutar yang versi aransemen KDI nuansa ini akan lebih terasa. Komposisi tubrukan yang sempurna, kalau di manga, “The Day Before Midori no Hibi” namanya Impact. Feel like death metal, and then… Tarrrikkk maaaannnggg~

Nada suling bambu yang pasti selalu ada di setiap lagu dangdut disini masih yang versi sahut-sahutan dengan instrumen lain. Klasik. Justru tabrakannya dengan suara gitar listriknya yang bikin kerasa banget. 😀

Tidak lupa Legato aliran Italia yang khas dari lagu-lagu dangdut lama. Oh? Anda tidak tahu Legato? legato berarti menyanyikan gabungan beberapa not yang berurutan dalam satu waktu.
Anda masih tidak tahu yang mana? Coba dengarkan bagian: “Buu..uuu~uukaaan, aku tak mau, sayang.”
Nah, bagian yang “Buu..uuu~uukaaan”-nya itulah Legato. Khas, dan indah. Dangdut klasik memang rajanya Legato. :mrgreen:
Entah kenapa saya sulit menemukan Legato yang REAL di dangdut-dangdut yang baru. Apalagi koplo. Damn.
Satu-satunya lagu yang tergolong agak baru dan enak legatonya yang pernah saya dengar hanya lagunya Mbak Ikke Nurjanah, Terlena. Apalagi endingnya itu, ah mantap… Eh bentar, kita kan lagi ngomongin hujan di malam minggu jrit!

Btw, sangat mudah anda mendeteksi legatonya kena di hati pendengar atau tidak. Jika anda melihat orang atau segerombolan orang yang mendengarkan lagu dangdut, pasang mata pasang telinga.
Jika dari lagu terdengar legato, misalnya: “Buu..uuu~uukaaan,”
Kemudian ditimpali oleh pendengarnya:

Umum: “Assseeeeeekkkk!” “Yiiiihhaaaaaa!” “Serrr Serrr~”
Betawi: “Aje gileeee!”
Medan: “Mattttaaapppp laeeee!”
Pantura: “Tarrrik maaaang!”
Ampenan: “Yassssalaaaaam…~”
Dompu: “Leeellloo serati bandaaa!”
Ranggo: “Serrrbungaaa!”

Nah, itu tandanya legatonya sukses. :mrgreen:

Legatonya sukses! - Foto oleh Bambang Prionggo

18 thoughts on “Hujan Di Malam Minggu

  1. jaz

    satu…… 😀

  2. salesman jogja

    Hujan di malam minggu menyebabkan …enggak jadi Cangkruk di Pos Ronda..he he Salam Kenal

  3. teguh

    legato..
    umm apalagi saya 😀
    seeeerr bunga..

  4. Black_Claw

    Serrrrbungaaaaa~! 😀

  5. piko

    indonesia! 😀

  6. okky

    saya menyimak

    1. Black_Claw

      *bakarin dupa sembelehin kurban*

  7. gadgetboi

    Busyet dibahasnya komplet (pake telor bebek :mrgreen: ) …
    Mulai dari sejarah, kronologis, psikologis, tangga lagu, struktur lagu. … 😆 demen banget rupanya bank blek sama lagu ini.

    Kira2 lagu “belah duren” jupe akan dijabarkan seperti ini tidak?*kabur …*

    1. Black_Claw

      belah duren sux.

  8. amrinz

    Yah kelupaan ….
    …….
    Ampenan: Yaaaa Salammmmmmmm!!!

    1. Black_Claw

      Ohiya bener. Tertambahkan. 😀

  9. amrinz

    Ya salaaaaaaaaam!

  10. LPG meledug

    dangdut is de musik op mai kantri…. mai kantri…. oh mai kantriiii……
    uh yeah……

  11. kenzo

    yyyy

  12. whomayrah

    pas liat –> seerbungaaa….
    ketawa ngakak….
    postingnya lucu d paan… double tumbs dehh.. 😀

  13. Black_Claw

    serr serr

  14. nani

    Gan. Klo lgu yg lirikny ada “…..ASAL JANGAN TERLALU MELEKAT KARNA ITU SEMUA MELANGGAR ADAT….” ENAK MEMANG ENAK, ENAK BILA DISAYANG.. SAYANG YA DISAYANG ASAL JGN KELEWATAN….”

    pada tau g lirik diatas lagu judulny apa? Terimaa kasih

    1. Black_Claw

      Walah, ga tau, baru pertama kali denger malah…

Leave A Comment