Kisah Mesjid samping Cyber

Spread the love

Laki-laki itu duduk menyendiri di pojok. Menghindari lampu neon yang sudah menyala sejak petang. Terpekur dalam bayang tembok mesjid yang dibayangi gedung megah sekitarnya.
“Sendirian mas?” sapa seorang bapak yang tampaknya adalah pelanggan setia Mesjid itu. “Sedang memikirkan sesuatu, sepertinya?” Sambungnya.

Laki-laki tersebut mengangkat pandangannya yang sedari tadi memandang hampa ke lantai yang tertutup permadani lusuh, membebaskan kedua tangannya yang sedari tadi ditangkupkan menutupi bawah mukanya, kemudian tersenyum. “Iya pak.” Sebuah jawaban singkat meluncur keluar dari mulutnya yang baru saja dibasahi air keran untuk buka puasa.
Si bapak membalas dengan senyum. “Masalah kantor? Yah, namanya juga jakarta.” Pandangannya beralih ke tas kulit imitasi hitam disamping laki-laki tersebut. “Kerja di Cyber juga?” Tanyanya. “Tidak pak. Kebetulan sedang menunggu teman,” jawab laki-laki tersebut.
Bapak itu kemudian menyodorkan nampan yang berisi ayam panggang dan nasinya.
“Silahkan,” tawarnya. “Kami disini biasa buka bersama. Apalagi saya lihat tadi sampeyan cuman minum air keran untuk buka.”
Laki-laki itu tersenyum, menerima pemberian tersebut dan makan dengan lahap.
“Mikirin apa, sih? Kalau ramadhan ada yang susah tinggal ngadu ke Allah kan?” Sambung si bapak.
“Tidak pak. Mungkin memang masalah berat, apalagi yang menyangkut keluarga, tapi saya rasa bulan puasa ini Allah sedang kebanjiran order doa. Ada yang minta dapet duit, baju baru buat lebaran, jodoh, rumah, kendaraan, pekerjaan, dan masih banyak lagi. Permintaan yang mampu dan yang tidak sama saja. Setidaknya saya bisa mengurangi order permintaan dari mereka yang masih mampu untuk berbuat sesuatu agar yang tidak mampu berkurang satu saingannya. Allah memang maha perkasa dan order sedikit bukan masalah bagi-Nya, tapi saya lebih ke perasaan terhadap yang kurang mampu, jadi ada sedikit tepa selira. Yah, anggap saja tambahan zakat selain harta. toh mungkin saya rasa saya masih mampu untuk menangani masalah saya.”
Terdengar samar-samar suara handphone laki-laki itu. Iapun merogoh kantongnya, melihat ke layar benda kecil itu sesaat, dan berkata ;
“Wah pak, teman saya sudah nunggu di warung sate. Saya pamit dulu. Terimakasih, Assalamualaikum.”
Ia kemudian berdiri, berjalan ke arah pintu, diiringi ucapan “Waalaikumsalam” dari si bapak, yang telah duduk persis di tempat laki-laki tadi, memandang hampa ke lantai, dan menangkupkan kedua tangannya.

16 thoughts on “Kisah Mesjid samping Cyber

  1. boku_baka_desu

    sambil menatap langit maghrib yang semakin mengkelam, pria itu kemudian berujar sedih. Nanar matanya tak dapat ia sembuyikan lagi.
    sambil menghela nafas yang berat, kata demi kata akhirnya meluncur dari bibirnya yang beberapa saat yang lalu serasa kelu…

    mas, saya ini seorang seniman merantau ke sumbawa… sekarang saya kembali ke jakarta, datang dengan rasa untuk mengharap bahagia.. namun apa daya mas.. saat di perjalanan.. tiba-tiba raiblah uang 4 juta saya.. kasian deh gue ya mas!!!

  2. Black_Claw

    ANJROT BANGKEEEE!!!

  3. Niwatori

    Bapak yang sedang memandang hampa itu tiba-tiba membalikan badan dan menarik kerah laki-laki tadi , “APAA? makan-makan di warung sate? balikin ayam panggang gue!”
    ** good post blek, ada ayamnyah **

  4. kuro-sama

    wagh bapak ke pengerten kuwi kang
    sak no tenan. mosok nganti buko nggo banyu keran to.

  5. udey

    ky…. jane ono opo tho…. yo… yo….

  6. Rully

    busyet dah, ayam panggang dilanjut sate casmadi. :mrgreen:

  7. Black_Claw

    Oh.. anoder korban racun sate casmadi 😀

  8. ha2ce

    he…he…
    bapak penjaga musolla yang malang

  9. Furkan

    Aduhh,…. Ayamm, Sate, Soto, Panggang, Semur, Lontong…. Mantafffffff

  10. Luthfi

    hmmm

  11. devilkazuma

    bukannya dia berujar sedih begini:
    dulu, saya punya persocon yang bisa memutar mp3, memutar film dan lain sebagainya. demi merantau ke jakarta, persocon tersebut saya ganti dengan persocon yg hanya bisa berbunyi mbeeekk….

  12. Black_Claw

    KAMU SAMA BUDI NGOMONGIN SAYA DI JOGJA RUPANYA HAH?!
    *bakar buku porno wicak*

  13. reza

    kapan ne,,, ke smkn 1 dompu lagi dah di tngg ma murid nya lo,,
    pak farhan, yang di ajarin kemarin cara aktifin GPRS dah berhasi lo,,,
    MAKACIH,,,, ya,,,,,,,,,,,
    tapi masih kurang rasanya belum kennyang ne,,,,
    yang lain lagi dong,,,,,,

  14. reza

    kali lagi makacih,,, makacih,,, atas bibingannya

  15. reza

    test

  16. cangwadi

    Sungguh bapak penjaga Masjid yang malang… Tega2nya kau Blek…
    Hiks….

Leave A Comment